• KEISLAMAN

Sholat Mulai Terasa Berat? Mungkin Ini Sebabnya

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 13/04/2025
Sholat Mulai Terasa Berat? Mungkin Ini Sebabnya Ilustrasi (Foto: Istockphoto)

Terasmuslim.com - Rasa malas dalam menunaikan sholat lima waktu bisa menghampiri siapa saja, bahkan mereka yang sudah terbiasa menjalankannya secara rutin. Namun di balik rasa enggan itu, tersimpan potensi bahaya yang kadang tidak disadari.

Dalam ajaran Islam, sholat bukan sekadar kewajiban, melainkan momen suci komunikasi langsung antara manusia dengan Sang Pencipta. Ketika seseorang mulai merasa berat menunaikannya, bisa jadi itu merupakan sinyal adanya gangguan dalam hubungan spiritualnya.

Ustadz Adi Hidayat (UAH), dalam sebuah ceramahnya yang disampaikan melalui kanal YouTube @Hasanahislamofficial, mengungkapkan bahwa rasa malas dalam sholat bisa disebabkan oleh akumulasi dosa atau maksiat yang pernah dilakukan, baik secara sadar maupun tidak.

“Kalau tiba-tiba seseorang mulai berat melangkah untuk sholat, bisa jadi ada maksiat yang pernah dikerjakan. Coba renungkan kembali,” ujarnya.

Menurut Ustadz Adi, selain karena dosa, rasa malas beribadah juga kerap kali muncul karena hati yang terlalu terpaut pada urusan dunia. Ketika orientasi hidup lebih condong pada duniawi, maka perhatian terhadap akhirat akan menurun drastis.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan melakukan maksiat dapat membawa seseorang pada kondisi fusuq, yaitu keadaan di mana seseorang kerap melanggar aturan agama. Jika dibiarkan, fusuq dapat mengikis semangat beribadah dan bahkan menumbuhkan rasa enggan terhadap agama.

“Fasik itu bukan sekadar lalai, tapi tanda bahwa seseorang mulai jauh dari cahaya kebenaran. Kalau tidak segera diatasi, bisa berujung pada penolakan terhadap ibadah,” jelasnya.

Dalam definisi bahasa, fasik merujuk pada individu yang meyakini Allah namun tidak menjalankan perintah-Nya serta tetap terjerumus dalam dosa. UAH menyebutkan bahwa satu maksiat yang tidak ditangani bisa menjadi pintu masuk bagi maksiat lainnya, hingga akhirnya membuat hati menjadi keras dan sulit menerima hidayah.

Oleh karena itu, introspeksi dan taubat menjadi langkah penting dalam mengatasi rasa malas yang menggerogoti jiwa. Memperbanyak istighfar, menjauhi hal-hal yang melalaikan, dan memperbaiki pola hidup menjadi bagian dari solusi.

Ia juga mengingatkan bahwa sholat merupakan cerminan keimanan. Jika ibadah ini sudah terasa berat, maka itu menjadi isyarat kuat bahwa ada bagian dari hati yang sedang tidak baik-baik saja.

Lebih lanjut, Ustadz Adi menganjurkan untuk menjaga lingkungan pergaulan yang baik, mengikuti majelis ilmu, dan memperbanyak dzikir agar semangat ibadah kembali tumbuh. Sebab lingkungan dan kebiasaan sehari-hari sangat berpengaruh terhadap semangat beragama.

“Jangan sampai kesibukan di dunia membuat kita kehilangan arah untuk kembali. Dunia ini sementara, sedangkan akhirat kekal. Jangan tukar sesuatu yang abadi hanya demi hal yang sesaat,” tutupnya.