• UMRAH & HAJI

Larangan Ketika Berihram dalam Haji dan Umrah

Yahya Sukamdani | Minggu, 02/03/2025
Larangan Ketika Berihram dalam Haji dan Umrah Ilustrasi jamaah sedang berihram ketika umrah dan haji

Teras muslim.com - Saat seorang Muslim memasuki ihram (keadaan suci untuk melaksanakan haji atau umrah), ada beberapa larangan yang harus dipatuhi. Pelanggaran terhadap larangan ini dapat menyebabkan dam (denda).

  1. Larangan bagi Laki-laki dan Perempuan

- Tidak boleh memakai wangi-wangian

  • Tidak boleh menggunakan parfum di badan, pakaian, atau barang-barang lainnya.
  • Termasuk dalam sabun, minyak wangi, dan lotion beraroma.

- Tidak boleh memotong kuku atau mencukur rambut

  • Rambut dan kuku tidak boleh dipotong sampai tahallul (keluar dari ihram).
  • Jika dilakukan karena alasan tertentu, wajib membayar dam.

- Tidak boleh berburu atau membunuh hewan

  • Dilarang memburu, membunuh, atau menyakiti hewan di tanah haram.

- Tidak boleh melakukan hubungan suami-istri

  • Termasuk bercumbu, berciuman, atau berbicara dengan nafsu syahwat.
  • Jika sampai melakukan hubungan suami-istri sebelum tahallul pertama, hajinya batal dan harus diulang tahun depan.

- Tidak boleh melakukan akad nikah

  • Dilarang menikah atau menikahkan orang lain selama dalam keadaan ihram.

- Tidak boleh berkata kasar, bertengkar, atau mencaci maki

  • Ihram mengajarkan kesabaran dan menjaga lisan.

- Tidak boleh menutupi kepala dengan sesuatu yang melekat (bagi laki-laki)

  • Seperti peci, topi, atau sorban yang menempel langsung di kepala.
  • Boleh memakai payung atau menutup kepala dengan tangan.

- Tidak boleh memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki)

  • Dilarang memakai pakaian yang dijahit seperti baju, celana, kaos, atau sepatu yang menutupi mata kaki.
  • Ihram laki-laki hanya terdiri dari dua helai kain putih tanpa jahitan.

- Tidak boleh menutup wajah dan tangan (bagi perempuan)

  • Dilarang memakai cadar dan sarung tangan.
  • Tetapi boleh menutupi wajah dengan kain tanpa menempel langsung pada kulit.

- Tidak boleh menggunakan sepatu yang menutupi mata kaki (bagi laki-laki)

  • Diperbolehkan memakai sandal atau alas kaki yang terbuka.

Apa yang Terjadi Jika Melanggar Larangan Ini?

Jika seseorang melanggar larangan ihram, hukumannya tergantung pada tingkat pelanggaran:

  • Wajib membayar dam → Biasanya dengan menyembelih kambing atau memberi makan fakir miskin.
  • Harus mengulang ibadah → Jika melanggar aturan berat seperti berhubungan suami-istri sebelum tahallul pertama.

Jamaah harus menjaga kesucian ibadah dengan menghindari pakaian tertentu, tindakan yang membatalkan ihram, dan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.