Mereka kuat, maju, dan berperadaban tinggi, namun kesombongan membuat kaum `Aad dan Tsamud dibinasakan Allah. Al-Qur`an mengabadikan kisah ini sebagai peringatan keras bagi manusia sepanjang zaman.
Manusia sering membanggakan harta dan jabatan, padahal Islam mengajarkan bahwa tidak ada yang layak disombongkan selain ketakwaan yang melahirkan kerendahan hati.
Abu Jahl bukan kalah oleh hujjah, tetapi oleh egonya sendiri. Saat kesombongan menguasai hati, nasihat dan kebenaran pun tak lagi didengar.
Bukan karena kurang harta atau kesempatan, banyak orang terhalang dari kebaikan karena penyakit hati dan sikap terhadap kebenaran.
Kisah Abdullah Al-Qoshimi mengingatkan bahwa ilmu dan kecerdasan tanpa ketundukan pada wahyu dapat menyeret seseorang pada kesesatan hingga akhir hayat.
Kesombongan sekecil apa pun dilarang dalam Islam, karena hanya Allah yang mengetahui nilai sejati seorang hamba.
Sombong adalah awal kehancuran.
Kesombongan menutup hati dari kebenaran, menyeret pada kufur, dan hanya bisa dihindari dengan kerendahan hati kepada Allah.
Kesombongan lewat tiga kata “aku, milikku, kepunyaanku” bisa menutup pintu surga bagi manusia.
Kisah ini jadi pengingat, pilihan kita hari ini menentukan nasib di akhirat.
Kesombongan adalah penyakit hati yang bisa menutup pintu surga dan rahmat Allah.
Menjaga hati dari penyakit batin merupakan bagian penting dari keimanan.
Sombong merupakan salah satu sifat tercela yang sangat dikecam dalam ajaran Islam. Dalam sejarah umat terdahulu, Al-Qur’an merekam kisah kaum-kaum yang dibinasakan karena kesombongan mereka di hadapan Allah
Dalam sejarah umat manusia, banyak kisah yang menjadi pelajaran penting tentang rendah hati, tidak sombong, dan tunduk kepada perintah Allah SWT