KISAH

Kisah Haman, Arsitek Kezaliman di Balik Kekuasaan Firaun

Yahya Sukamdani| Minggu, 18/10/2026
Kisah Haman sang penasihat zalim penyokong kesombongan Firaun. Ilustrasi Firaun (foto:iqna)

Terasmuslim.com - Haman adalah wazir utama sekaligus kepala pelaksana proyek keagungan Firaun yang menjadi penasihat setia dalam mendukung kedzaliman sang raja.

Kedudukannya yang tinggi dimanfaatkan untuk memperkuat kekuasaan Firaun melalui rekayasa politik dan pembangunan fisik yang megah.

Ketika Nabi Musa A.S. menyampaikan risalah tauhid, Haman justru memperolok dakwah tersebut dan menghalang-halangi kebenaran.

Atas perintah Firaun, Haman ditugaskan membangun menara tinggi agar Firaun dapat melihat Tuhan Nabi Musa A.S.

Baca juga :

Peristiwa provokatif ini diabadikan dalam Surah Al-Qasas ayat 38: “Dan Firaun berkata: Wahai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah untukku wahai Haman tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa.”

Peran Haman sebagai penyokong utama kezaliman memperlihatkan bagaimana sekutu jahat dapat mempercepat kebinasaan seorang penguasa.

Allah SWT menegaskan bahwa Haman, Firaun, dan pasukan mereka adalah orang-orang yang berdosa besar dan melampaui batas.

Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Qasas ayat 6: “Dan untuk Kami perlihatkan kepada Firaun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkannya.”

Bukannya bertobat setelah menyaksikan peringatan Allah, Haman justru terus memprovokasi Firaun untuk memburu Nabi Musa A.S. dan kaumnya.

Akibat perbuatannya, Haman harus menerima azab kehancuran bersama Firaun dan pasukannya yang tenggelam di Laut Merah.

Pelajaran tentang bahaya menjadi pembantu kezaliman selaras dengan ancaman dalam Surah Al-Ankabut ayat 39 yang menyebutkan kebinasaan Qarun, Firaun, dan Haman.

Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan bahaya saling mendukung dalam kejahatan melalui hadis riwayat At-Tirmidzi (No. 1938) tentang ancaman bagi orang yang membantu dalam kezaliman.

Kisah Haman memberikan peringatan keras bahwa kecerdasan dan jabatan yang digunakan untuk membela kebatilan hanya akan membawa kehancuran.

Allah SWT mengabadikan kejatuhan Haman agar menjadi pelajaran abadi bagi para pemimpin dan pejabat di setiap zaman.

Akhir tragis Haman membuktikan bahwa sehebat apa pun rekayasa manusia, tidak akan pernah bisa mengalahkan keadilan Allah SWT.

TAGS : Kisah Haman Kisah Nabi Musa Sejarah Islam

Terkini