KEISLAMAN

Bahaya Panjang Angan-Angan yang Melalaikan Hati Manusia

Yahya Sukamdani| Jum'at, 31/07/2026
Waspadai jebakan panjang angan-angan yang membuat kita menunda taubat. Ilustrasi foto membayangkan kekayaan duniawi

Terasmuslim.com - Kehidupan dunia sering kali menyihir manusia dengan ilusi masa depan yang seolah masih sangat panjang.

Dalam tradisi Islam, penyakit hati yang menjebak seseorang dalam angan-angan semu tanpa batas ini dikenal dengan istilah thulul `amal.

Allah SWT secara tegas mengingatkan bahaya sifat ini dalam Al-Qur`an Surah Al-Hijr ayat 3 yang meminta kita mewaspadai godaan bersenang-senang yang melalaikan.

Ayat tersebut menegaskan bahwa membiarkan diri terbuai oleh angan-angan kosong hanya akan membawa manusia pada kerugian yang nyata di akhirat kelak.

Rasulullah SAW juga menekankan ringkasnya usia manusia melalui hadist riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Umar RA.

Dalam hadist tersebut beliau bersabda, "Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu pagi, dan jika di pagi hari jangan menunggu sore."

Pesan mendalam ini mengajarkan kita untuk menyikapi hidup bak seorang asing atau pengembara yang siap melanjutkan perjalanan kapan saja.

Sahabat Ali bin Abi Thalib RA pun pernah mengingatkan bahwa hal yang paling beliau takutkan adalah menuruti hawa nafsu dan panjang angan-angan.

Beliau menjelaskan bahwa panjang angan-angan memiliki dampak destruktif, yaitu membuat seseorang lupa akan kehidupan akhirat yang abadi.

Dampak paling berbahaya dari thulul `amal dalam kehidupan sehari-hari adalah munculnya kebiasaan buruk menunda taubat dan memperlambat amal saleh.

Seseorang yang tertipu angan-angan selalu merasa memiliki waktu yang cukup untuk berbenah esok hari, padahal ajal bisa datang tanpa kompromi.

Sebagai benteng dari ilusi duniawi ini, Islam menganjurkan umatnya untuk senantiasa memperbanyak mengingat kematian atau dhikrul maut.

Kepastian takdir ini kembali ditegaskan dalam Surah Ali `Imran ayat 185 bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.

Mengingat kematian bukanlah tindakan pesimistis, melainkan pendorong utama agar kita lebih bijak menggunakan waktu yang tersisa.

Mari kita segera mengeksekusi niat baik hari ini dan berhenti menggantungkan keselamatan akhirat pada angan-angan masa depan yang belum tentu milik kita.

TAGS : panjang angan angan hadits kematian edukasi Islam

Terkini