KEISLAMAN

Ayat Al-Qur`an yang Melarang Perbuatan LGBT dan Homoseksualitas

M. Habib Saifullah| Jum'at, 31/07/2026
Setidaknya ada beberapa ayat yang secara tersirat menerangkan keharaman perilaku LGBT berdasarkan penjelasan para ulama tafsir Ilustrasi - Terbakarnya Sodom dan Gomora (Foto: Jacob de Wet II via Wikipedia)

Terasmuslim.com - Dalam tatanan hukum dan moral Islam, hubungan seksual dan pernikahan hanya diakui secara sah jika terjadi antara laki-laki dan perempuan dalam ikatan pernikahan yang sah (sistem heteroseksual).

Pandangan Al-Qur`an mengenai perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), khususnya praktik hubungan sesama jenis sangat jelas, tegas, dan diabadikan dalam berbagai surah melalui penyampaian kisah sejarah Nabi Luth AS dan kaumnya.

Al-Qur`an menegaskan bahwa perilaku penyimpangan seksual sesama jenis bukanlah hal yang baru, melainkan pernah dilakukan oleh masyarakat kota Sadum (Sodom) pada masa kenabian Luth AS.

Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI) Setidaknya ada beberapa ayat yang secara tersirat menerangkan keharaman perilaku LGBT berdasarkan penjelasan para ulama tafsir, yakni sebagaimana berikut:

Baca juga :

1. Surat Asy-Syu’ara Ayat 165-166: Perbuatan yang Melampaui Batas

اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ. وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُوْنَ

Artinya: “Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks)? Sementara itu, kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istrimu? Kamu (memang) kaum yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara: 165-166)

Syekh Muhammad Sayyid Thanthawi (wafat 1431 H) dalam tafsirnya mengungkapkan bahwa ayat di atas menunjukkan penyimpangan seksual sebagai perbuatan yang bertentangan dengan fitrah manusia.

Allah telah menetapkan perempuan sebagai pasangan yang sah bagi laki-laki dan sebagai jalan alami untuk melanjutkan keturunan serta memakmurkan kehidupan.

2. Surat Al-A’raf Ayat 80-81: Perbuatan Keji yang Menyelisihi Fitrah

Dalam Alquran surat Al-A’raf ayat 80–81 dijelaskan bahwa perilaku homoseksual termasuk perbuatan yang keji (fāḥisyah).

Sebab naluri dan syahwat semestinya disalurkan melalui jalan yang dibenarkan, yaitu kepada pasangan perempuan bagi laki-laki. Begitu pula sebaliknya. Allah SWT berfirman:

وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ. اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاءِ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ

Artinya: “(Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya: Apakah kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini? Sesungguhnya kamu benar-benar mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan, bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 80-81)

Menurut Syekh Ahmad bin Musthafa al-Maraghi (wafat 1371 H), ayat ini menunjukkan bahwa perilaku homoseksual merupakan bentuk penyimpangan yang bertentangan dengan tuntunan agama dan fitrah manusia yang lurus.

Karenanya, tidak ada umat sebelum kaum Nabi Luth yang terdorong melakukan perbuatan tersebut. Selain menyelisihi fitrah, perilaku LGBT juga dipandang bertentangan dengan tuntunan agama.

أَيْ: مَا عَمِلَهَا أَحَدٌ قَبْلَكُمْ فِي أَيِّ زَمَانٍ، بَلْ هِيَ مِنْ مُبْتَدَعَاتِكُمْ فِي الْفَسَادِ، فَأَنْتُمْ فِيهَا أُسْوَةٌ وَقُدْوَةٌ فَتَبُوءُونَ بِإِثْمِهَا وَإِثْمِ مَنِ اتَّبَعَكُمْ فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ .وَفِي هَذَا بَيَانٌ لِأَنَّ مَا اجْتَرَحُوهُ مِنَ السَّيِّئَاتِ مُخَالِفٌ لِمُقْتَضَيَاتِ الْفِطْرَةِ، وَمِنْ ثَمَّ لَمْ تَتَطَلَّعْ إِلَيْهِ نُفُوسُ أَحَدٍ مِنَ الْبَشَرِ قَبْلَهُمْ، إِلَى مَا فِيهِ مِنْ مُخَالَفَةٍ لِهَدْيِ الدِّينِ

“Maksudnya, tidak seorang pun sebelum kalian pernah melakukan perbuatan itu pada masa apa pun. Bahkan, perbuatan itu merupakan salah satu bentuk kerusakan yang kalian ada-adakan sendiri. Sebab itu, kalian menjadi teladan dan pelopor dalam perbuatan tersebut, sehingga kalian akan memikul dosanya dan dosa orang-orang yang mengikuti kalian dalam perbuatan itu hingga Hari Kiamat. Dalam ayat ini terdapat penjelasan bahwa berbagai keburukan yang mereka lakukan bertentangan dengan tuntutan fitrah yang lurus. Oleh sebab itu, tidak ada seorang pun dari manusia sebelum mereka yang terdorong untuk melakukan perbuatan demikian. Di samping itu, perbuatan tersebut juga bertentangan dengan petunjuk agama.” (Tafsir al-Maraghi [Mesir: Syirkah Musthofa al-Babi al-Halabi], vol. 8, h. 203)

TAGS : Larangan LGBT Hukum LGBT Islam Ayat Al Quran

Terkini