KEISLAMAN

Larangan Loyalitas Kepada Kezaliman Penjaga Prinsip Akidah Islam

Yahya Sukamdani| Jum'at, 31/07/2026
Panduan Al-Qur`an dan Sunnah dalam menyikapi aliansi kezaliman. Ilustrasi foto larangan mendukung kezaliman

Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, prinsip loyalitas atau al-wala` hanya boleh diserahkan kepada Allah, Rasul-Nya, serta orang-orang yang beriman.

Islam secara tegas melarang umatnya memberikan dukungan, bantuan, serta loyalitas penuh kepada kelompok Yahudi dan Nasrani yang memusuhi agama Allah.

Peringatan keras ini termaktub secara eksplisit dalam Al-Qur`an melalui wahyu Allah pada Surah Al-Ma`idah ayat 51.

Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu); sebagian mereka adalah teman setia bagi sebagian yang lain." (QS. Al-Ma`idah: 51).

Dalam kelanjutan ayat tersebut, Allah memberikan ancaman serius bahwa barangsiapa di antara umat Islam yang menjadikan mereka sebagai pemimpin atau penolong, maka ia termasuk bagian dari mereka.

Ayat ini mempertegaskan bahwa mendukung pihak-pihak yang aktif merusak nilai-nilai tauhid dan memusuhi Muslim merupakan pelanggaran akidah yang sangat berat.

Ancaman ini makin nyata ketika dukungan tersebut diberikan kepada pihak yang melakukan kedzaliman serta merampas hak-hak kaum Muslimin.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahaya bertindak kooperatif atau mendukung kezaliman dalam berbagai petunjuk sunnah beliau.

Dalam hadits riwayat Al-Hakim, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa berjalan bersama orang zalim untuk membantunya, padahal ia tahu bahwa orang itu zalim, maka sungguh ia telah keluar dari Islam."

Peringatan hadits ini mengajarkan bahwa memberikan panggung, kekuatan, atau bantuan kepada pihak yang zalim adalah tindakan berbahaya bagi keselamatan agama seorang Muslim.

Sikap tegas ini bukan bentuk kebencian tanpa alasan, melainkan prinsip perlindungan diri agar kebiasaan buruk dan agenda kezaliman tidak merusak tatanan umat Islam.

Al-Qur`an juga mengingatkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 120 bahwa sebagian dari mereka tidak akan pernah ridha hingga umat Islam mengikuti jalan mereka.

Oleh karena itu, setiap Muslim dituntut untuk memiliki ketegasan sikap dalam membedakan mana kawan seiman dan mana pihak yang berpotensi merugikan Islam.

Prinsip ini menjadi benteng moral agar solidaritas antar umat Islam tetap solid dan tidak terpecah oleh kepentingan kelompok lain.

Melalui tuntunan wahyu ini, pembaca Muslim diajak untuk selalu bijak, kritis, dan berpegang teguh pada prinsip keadilan serta keimanan dalam berpolitik maupun berinteraksi.

TAGS : Larangan Mendukung Yahudi Hukum Loyalitas Kebijakan Islam

Terkini