
Ilustrasi - wanita yang hendak bepergian jauh (Foto: AI)
Jakarta, Terasmuslim.com - Bepergian atau safar merupakan aktivitas yang lazim dilakukan, baik untuk bekerja, menuntut ilmu, bersilaturahmi, maupun berlibur.
Dalam Islam, perjalanan bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.
Sayangnya, masih banyak umat Islam yang hanya fokus mempersiapkan barang bawaan dan kendaraan, tetapi melupakan sunah-sunah yang dianjurkan sebelum berangkat.
Padahal, amalan sederhana ini memiliki nilai ibadah sekaligus menjadi bentuk tawakal kepada Allah SWT.
Salah satu sunah yang dianjurkan sebelum memulai perjalanan adalah mengerjakan sholat sunah dua rakaat di rumah. Amalan ini menjadi bentuk memohon perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT sebelum meninggalkan keluarga.
Rasulullah SAW bersabda:
مَا خَلَّفَ عَبْدٌ عَلَى أَهْلِهِ أَفْضَلَ مِنْ رَكْعَتَيْنِ يُصَلِّيهِمَا عِنْدَهُمْ حِينَ يُرِيدُ سَفَرًا
Artinya:
"Tidaklah seseorang meninggalkan keluarganya dengan sesuatu yang lebih utama daripada melaksanakan dua rakaat sholat di sisi mereka ketika hendak bepergian."
(HR. Ath-Thabrani, dinilai hasan oleh sejumlah ulama.)
Dengan mengerjakan sholat dua rakaat, seorang Muslim memohon agar perjalanan diberi kemudahan sekaligus keluarganya tetap berada dalam perlindungan Allah SWT.
Banyak orang terburu-buru menuju kendaraan hingga lupa membaca doa ketika keluar rumah. Padahal, doa ini termasuk sunah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.
Doanya berbunyi:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Dalam hadis disebutkan bahwa orang yang membaca doa tersebut akan mendapatkan penjagaan dari Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، يُقَالُ لَهُ: هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ
Artinya: "Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu mengucapkan, `Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah,` maka dikatakan kepadanya: Engkau telah diberi petunjuk, dicukupi kebutuhannya, dan dilindungi." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Setelah menaiki kendaraan, Rasulullah SAW mengajarkan doa safar yang berisi pujian kepada Allah dan permohonan agar perjalanan dimudahkan.
Allah SWT berfirman:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Artinya: "Mahasuci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami akan kembali." (QS. Az-Zukhruf: 13–14)
Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan dengan doa:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan."(HR. Muslim).
TAGS : Info Keislaman Bepergian Jauh Amalan Sunah Rasulullah SAW