
Ilustrasi foto sedang menuntut ilmu
Terasmuslim.com - Umat Islam mengenal mazhab karena adanya keterbatasan kemampuan setiap individu dalam menggali hukum langsung dari sumber aslinya.
Al-Quran dan hadist merupakan samudra ilmu yang membutuhkan perangkat keilmuan mendalam untuk bisa dipahami secara utuh dan tepat.
Perbedaan tingkat kecerdasan dan penguasaan bahasa Arab di kalangan umat memicu lahirnya kebutuhan akan bimbingan para ahli ijtihad.
Sistem bermazhab hadir sebagai solusi ilmiah agar umat tidak terjebak dalam penafsiran yang keliru dan subjektif.
Allah SWT sendiri telah memerintahkan umat-Nya untuk selalu menaati para pemimpin dan ulama yang otoritatif dalam urusan agama.
Perintah ini tertuang jelas dalam Al-Quran Surah An-Nisa ayat 59 mengenai hierarki ketaatan seorang Muslim.
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan/ulama) di antara kamu." (QS. An-Nisa: 59)
Melalui ayat tersebut, para ulama mazhab memegang peran sebagai penjelas syariat yang bersumber dari Allah dan Rasul-Nya.
Rasulullah SAW juga telah mengisyaratkan bahwa perbedaan pandangan di kalangan mujtahid yang tulus tetap mendatangkan kebaikan dan pahala.
Dalam sebuah hadist riwayat Imam Bukhari, Nabi Muhammad SAW memberikan apresiasi tinggi terhadap proses ijtihad para ulama.
"Jika seorang hakim berijtihad lalu benar, maka dia mendapat dua pahala; dan jika dia berijtihad lalu salah, maka dia mendapat satu pahala." (HR. Bukhari)
Hadist ini menjadi legitimasi kuat mengapa produk hukum atau mazhab fikih para ulama diakui dan diikuti dalam Islam.
Selain itu, keberadaan mazhab menjaga estafet keilmuan Islam agar tetap tersambung secara valid hingga generasi sahabat dan Rasulullah.
Tanpa adanya mazhab, pemahaman agama akan menjadi liar karena setiap orang bebas menghukumi sesuatu tanpa metodologi yang jelas.
Para imam mazhab telah mencurahkan seluruh hidup mereka untuk menyusun kaidah fikih demi kemaslahatan ibadah umat sehari-hari.
Oleh karena itu, bermazhab bukan berarti mengkultuskan manusia, melainkan bentuk ketundukan kita pada tradisi keilmuan yang teruji.
Dengan mengenal mazhab, umat Islam dapat menjalankan syariat dengan hati yang tenang, teratur, dan penuh dengan kedamaian.
TAGS : pentingnya mazhab sejarah fiqih Islam metodologi ijtihad