
Ilustrasi Raja Zalim (foto:indozone)
Terasmuslim.com - Asiyah binti Muzahim adalah sosok wanita mulia yang membuktikan bahwa iman bisa tumbuh subur meski di tengah lingkungan yang paling zalim sekalipun.
Sebagai istri dari Fir’aun, ia memiliki akses terhadap segala kemewahan duniawi, namun hatinya justru terpaut pada cahaya tauhid yang dibawa Nabi Musa AS.
Allah SWT mengabadikan keteguhan hatinya dalam Al-Qur`an sebagai teladan abadi bagi seluruh orang yang beriman hingga akhir zaman.
Dalam firman-Nya disebutkan: "Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir’aun" (QS. At-Tahrim: 11).
Keberaniannya memuncak ketika ia secara terang-terangan menolak mengakui suaminya sebagai tuhan dan lebih memilih menyembah Allah Yang Maha Esa.
Fir’aun yang murka kemudian menyiksanya dengan sangat pedih di bawah terik matahari demi menggoyahkan keyakinan batin sang permaisuri.
Namun, di tengah siksaan fisik yang tak terperi, Asiyah justru tersenyum karena Allah telah membukakan tabir keindahan tempat tinggalnya di akhirat.
Ia memanjatkan doa yang sangat masyhur: "Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga" (QS. At-Tahrim: 11).
Ketegaran Asiyah ini menjadikannya salah satu dari empat wanita terbaik sepanjang sejarah umat manusia menurut lisan suci Rasulullah SAW.
Nabi SAW bersabda: "Wanita penghuni surga yang paling utama adalah Khadijah, Fatimah, Maryam, dan Asiyah istri Fir’aun" (HR. Ahmad).
Ia adalah wanita yang menyelamatkan bayi Musa dari aliran sungai Nil dan meyakinkan Fir’aun agar tidak membunuh bayi tersebut.
Asiyah berkata dengan penuh harap: "Ia adalah penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya" (QS. Al-Qashash: 9).
Perannya dalam sejarah kenabian sangat krusial, karena di bawah asuhannyalah Nabi Musa AS tumbuh besar di dalam istana musuhnya sendiri.
Kematiannya sebagai syuhada di tangan suaminya sendiri menjadi simbol bahwa kemerdekaan jiwa tidak bisa dirampas oleh rantai kekuasaan mana pun.
Kisah Asiyah mengajarkan kita bahwa hidayah adalah hak prerogatif Allah yang tidak bisa dihalangi oleh tembok istana setinggi apa pun.
TAGS : istri Firaun wanita ahli surga keteguhan iman