KISAH

Madrasah Utama, Seni Mendidik Karakter Ala Luqman Al-Hakim

Yahya Sukamdani| Minggu, 26/04/2026
Membedah kurikulum pendidikan anak berbasis tauhid dan adab sejak dini. Ilustrasi orang tua membimbing anak

Terasmuslim.com - Sosok Luqman Al-Hakim diabadikan dalam Al-Qur`an bukan sebagai Nabi, melainkan sebagai ayah teladan yang memiliki hikmah luar biasa dalam mendidik anak.

Peran orang tua adalah menjadi arsitek peradaban yang paling utama dalam membentuk fondasi keimanan seorang anak sejak masa pertumbuhan.

Kurikulum utama yang diajarkan Luqman adalah penanaman tauhid murni agar anak tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun dalam hidupnya.

Allah SWT berfirman: "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya: `Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah`" (QS. Luqman: 13).

Pesan tersebut menegaskan bahwa hubungan vertikal dengan Sang Pencipta adalah akar dari seluruh bangunan karakter dan akhlak mulia.

Selain aspek akidah, Luqman juga menekankan pentingnya adab dan tata krama dalam berinteraksi dengan sesama manusia di lingkungan sosial.

Rasulullah SAW bersabda: "Tiada suatu pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih utama daripada adab yang baik" (HR. Tirmidzi).

Luqman mengajarkan anaknya untuk tidak sombong dan menjaga kerendahan hati saat berjalan di atas muka bumi yang luas ini.

Wasiat tersebut tercatat indah: "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh" (QS. Luqman: 18).

Orang tua wajib mengajarkan disiplin ibadah, terutama shalat, sebagai sarana komunikasi rutin hamba dengan Tuhannya.

Pendidikan shalat harus disertai dengan keteladanan nyata dari orang tua, bukan sekadar perintah lisan yang tanpa dibarengi dengan aksi.

Luqman juga membekali anaknya dengan mentalitas tangguh untuk senantiasa menyeru pada kebajikan dan bersabar atas segala ujian yang menimpa.

Sesuai firman-Nya: "Wahai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar" (QS. Luqman: 17).

Komunikasi yang dibangun Luqman bersifat persuasif dan penuh kasih sayang, tercermin dari panggilan hangat "Ya Bunayya" (Wahai anakku tersayang).

Semoga setiap orang tua mampu meneladani cara Luqman dalam mencetak generasi yang cerdas secara spiritual dan santun secara emosional.

TAGS : Pendidikan anak Islami peran orang tua

Terkini