
Ilustrasi shalat fajr
Terasmuslim.com - Isra Mi`raj merupakan mukjizat agung ketika Allah SWT memperjalankan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.
Peristiwa ini diabadikan secara tegas dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 1 sebagai tanda kebesaran Sang Pencipta.
Nabi Muhammad SAW menunggangi Buraq, makhluk langit yang memiliki kecepatan secepat kilat dalam menempuh perjalanan jauh tersebut.
Di Masjidil Aqsa, Rasulullah mengimami para Nabi terdahulu sebagai simbol kepemimpinan beliau bagi seluruh umat manusia.
Setelah menuntaskan perjalanan bumi (Isra), beliau diangkat menuju langit tujuh dalam fase yang disebut sebagai Mi`raj.
Di setiap tingkatan langit, Baginda Nabi bertemu dengan para Rasul pilihan, mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Ibrahim AS.
Rasulullah kemudian naik melampaui Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang tidak bisa dijangkau oleh makhluk lainnya.
Di hadapan Arsy, Allah SWT memberikan perintah langsung berupa kewajiban ibadah salat kepada Nabi Muhammad SAW.
Awalnya diperintahkan sebanyak lima puluh kali, namun atas saran Nabi Musa AS, jumlah tersebut diringankan bagi umat.
Hasil akhir dari dialog suci ini menetapkan kewajiban salat lima waktu yang menjadi tolok ukur keimanan seorang Muslim.
Sepulangnya dari perjalanan tersebut, kaum kafir Quraisy mencemooh dan menganggap kisah ini hanyalah sebuah khayalan belaka.
Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi orang pertama yang membenarkan seluruh ucapan Nabi tanpa keraguan sedikit pun.
Secara sains dan syariat, peristiwa ini membuktikan bahwa kekuasaan Allah SWT melampaui batas ruang serta waktu manusia.
Para ulama sepakat bahwa Isra Mi`raj bukan hanya perjalanan ruh, melainkan perjalanan fisik dan jiwa Nabi secara nyata.
Hingga kini, peringatan Isra Mi`raj menjadi momentum refleksi untuk memperkuat kualitas salat dan ketaatan kepada syariat Islam.
TAGS : Perintah Salat Mukjizat Nabi Muhammad Perjalanan Rasulullah