
Ilustrasi kisah sahabat Rasulullah SAW
Terasmuslim.com - Arus penentangan terhadap Khulafaur Rasyidin muncul pertama kali melalui gerakan kaum murtad yang menolak otoritas Abu Bakar Ash-Shiddiq pasca-wafatnya Nabi.
Kelompok pembangkang zakat menjadi duri dalam daging karena mereka secara sepihak memutus rukun Islam yang telah ditetapkan dalam syariat secara kaffah.
Musailamah Al-Kazzab memimpin kaum pemberontak dengan klaim nabi palsu yang berusaha merusak kemurnian tauhid serta tatanan sosial politik di Madinah.
Kematian tragis Khalifah Umar bin Khattab di tangan Abu Lu`luah menunjukkan adanya dendam kesumat dari sisa-sisa kekuatan Majusi yang kalah berperang.
Pada masa Utsman bin Affan, muncul gerakan fitnah yang dipelopori oleh Abdullah bin Saba` dengan menyebarkan narasi adu domba di tengah umat.
Al-Qur`an dalam Surah Al-Hujurat ayat 9 memberikan panduan tegas mengenai cara menghadapi kelompok pembangkang yang melakukan pemberontakan bersenjata (bughat).
Para pemberontak yang mengepung rumah Khalifah Utsman bertindak melampaui batas dengan menumpahkan darah sosok yang dijamin surga oleh Rasulullah SAW.
Memasuki era Ali bin Abi Thalib, stabilitas umat kembali diuji oleh kemunculan kelompok Khawarij yang memiliki pemahaman agama yang sangat ekstrem.
Kelompok Khawarij ini berani mengafirkan sesama Muslim dan keluar dari barisan kepemimpinan sah hanya karena ketidakpuasan terhadap hasil tahkim.
Rasulullah SAW dalam hadits sahih telah memperingatkan akan datangnya kaum yang pandai membaca Al-Qur`an namun maknanya tidak melewati kerongkongan mereka.
Penentangan dari faksi-faksi politik tertentu juga memicu terjadinya Perang Jamal dan Perang Siffin yang menjadi noktah merah dalam sejarah ukhuwah.
Setiap gerakan penentangan tersebut selalu bermuara pada pengabaian prinsip musyawarah dan ketaatan kepada pemimpin yang telah dibaiat secara syar`i.
Para ulama salaf menegaskan bahwa menjaga jarak dari fitnah dan berpegang pada jamaah adalah jalan keselamatan dari kesesatan para penentang.
Sejarah mencatat bahwa meskipun dihantam berbagai pemberontakan, nilai-nilai keadilan Khulafaur Rasyidin tetap menjadi mercusuar bagi hukum Islam hingga hari ini.
TAGS : Penentang Khulafaur Rasyidin Pemberontakan Masa Sahabat