
Ilustrasi sahabat Rasulullah
Terasmuslim.com - Wafatnya Rasulullah SAW menjadi titik krusial di mana muncul berbagai kelompok yang mencoba menggoyahkan fondasi kepemimpinan Islam yang baru terbentuk.
Penentangan pertama datang dari kaum murtad yang merasa ikatan keislaman mereka terputus seiring dengan berpulangnya sang pembawa risalah ke sisi Allah.
Beberapa kabilah Arab secara terang-terangan menolak membayar zakat karena menganggap kewajiban tersebut hanya berlaku saat Nabi Muhammad SAW masih hidup.
Kekeliruan pemahaman mereka dibantah tegas oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq yang merujuk pada prinsip kesatuan antara kewajiban salat dan zakat dalam syariat.
Selain penolak zakat, muncul pula fenomena nabi-nabi palsu seperti Musailamah Al-Kazzab yang berusaha mencuri legitimasi nubuwah demi ambisi kekuasaan pribadi.
Allah SWT telah memperingatkan dalam Surah Ali Imran ayat 144 bahwa Islam tidak akan surut meski Rasulullah telah wafat mendahului kita semua.
Kelompok penentang ini tidak hanya membangkang secara administratif, tetapi juga mengancam stabilitas iman melalui narasi-narasi yang menyesatkan umat.
Rasulullah SAW dalam berbagai hadits telah mengisyaratkan akan munculnya fitnah yang pekat layaknya potongan malam yang gelap pasca-era kenabian.
Krisis ini memaksa Khalifah Abu Bakar untuk mengambil tindakan tegas melalui Perang Riddah demi menjaga marwah agama dari kehancuran internal.
Keputusan jihad melawan kaum murtad adalah bentuk implementasi perlindungan terhadap agama (Hifzh ad-Din) yang merupakan maqashid syariah yang utama.
Sejarah mencatat bahwa ego kesukuan dan fanatisme golongan seringkali menjadi pemantik utama munculnya pembangkangan terhadap kepemimpinan yang sah.
Para ulama menegaskan bahwa ketaatan kepada pemimpin yang berjalan di atas Al-Qur`an dan Sunnah adalah kewajiban demi tegaknya syiar Islam.
Meskipun badai fitnah menerjang hebat, keteguhan para sahabat setia berhasil memadamkan api pemberontakan dan mengembalikan kejayaan umat di bawah satu panji.
Mempelajari babak kelam ini sangat penting agar kita waspada terhadap benih-benih disintegrasi yang dapat memecah belah ukhuwah Islamiyah di masa kini.
TAGS : Nabi Palsu Kepemimpinan Pasca Rasulullah Sejarah Islam