KEISLAMAN

Fenomena Jumat Berkah, Benarkah Ada Tuntunan Khusus dalam Syariat Islam?

Yahya Sukamdani| Jum'at, 10/04/2026
Mengulas landasan syariat di balik tradisi Jumat Berkah sebagai bentuk kedermawanan dan ibadah sosial. Ilustrasi foto sedekah di hari jumat

Terasmuslim.com - Istilah Jumat Berkah kini menjadi fenomena sosial yang kental dengan aksi sedekah dan berbagi makanan kepada sesama.

Secara syariat, hari Jumat memang ditetapkan sebagai Yaumul Mazid atau hari yang penuh dengan tambahan karunia serta keberkahan.

Islam memandang hari ini sebagai waktu paling utama untuk meningkatkan amal saleh, termasuk dimensi ibadah sosial seperti berbagi rezeki.

Landasan utama kedermawanan di hari Jumat bersumber dari anjuran umum Al-Qur`an untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Baca juga :

Meskipun tidak ada ayat yang secara spesifik menggunakan istilah "Jumat Berkah", prinsip memuliakan hari besar mingguan adalah bagian dari syiar agama.

Allah SWT menjanjikan balasan berlipat ganda bagi setiap hamba yang menginfakkan hartanya di jalan yang diridhai-Nya, terlebih pada waktu-waktu utama.

Berdasarkan hadis riwayat Imam Abdurrazzaq, sedekah di hari Jumat memiliki perbandingan pahala yang lebih besar daripada hari-hari lainnya.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa perumpamaan sedekah di hari Jumat seperti sedekah di bulan Ramadhan dalam hal keutamaannya.

Hal inilah yang menjadi motivasi kuat bagi para ulama dan umat Islam untuk melestarikan budaya berbagi kepada kaum dhuafa setiap pekan.

Secara teknis, tuntunan Islam di hari Jumat mencakup aspek ibadah ritual dan sosial yang harus berjalan secara seimbang.

Selain menunaikan salat Jumat bagi laki-laki, memberi makan orang yang lapar atau membantu kesulitan saudara seiman adalah manifestasi iman yang nyata.

Dengan demikian, semangat Jumat Berkah merupakan implementasi dari nilai-nilai ukhuwah Islamiyah yang diperintahkan oleh Baginda Nabi SAW.

Editorial media Islami sering menekankan bahwa keberkahan bukan hanya soal materi, melainkan ketenangan jiwa saat melihat orang lain terbantu.

Islam melarang umatnya menjadi egois dan hanya fokus pada kesalehan pribadi tanpa peduli pada lingkungan sekitar.

Tradisi berbagi ini membantu menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat dan mempersempit jurang sosial melalui tangan-tangan dermawan yang mencari keridhaan Allah.

Sebagai penutup, penting untuk menjaga niat agar tetap ikhlas semata-mata karena Allah saat menjalankan aksi Jumat Berkah.

Hindarilah sifat pamer atau riya yang dapat menghapuskan nilai pahala dari amalan mulia yang telah dilakukan dengan susah payah.

Semoga setiap suap makanan dan bantuan yang diberikan di hari Jumat menjadi saksi keimanan kita di hadapan Allah SWT kelak.

TAGS : Jumat berkah sedekah Jumat dalil keutamaan Jumat.

Terkini