
Ilustrasi foto teguh diatas Iman
Terasmuslim.com - Memegang teguh kebenaran di era modern seringkali terasa seperti menggenggam bara api yang panas dan menyakitkan. Rasulullah SAW telah menubuatkan zaman di mana orang yang berpegang pada agamanya akan merasa asing di tengah kaumnya sendiri. Namun, keterasingan tersebut merupakan tanda kemuliaan bagi hamba yang memilih rida Allah di atas pujian manusia.
Al-Qur`an menegaskan bahwa mayoritas penduduk bumi terkadang justru dapat menyesatkan manusia dari jalan Allah yang lurus. Kebenaran tidak diukur dari seberapa banyak orang yang mendukung, melainkan sejauh mana kesesuaiannya dengan wahyu. Oleh karena itu, penolakan massal bukanlah indikator kesalahan selama kita berpijak pada dalil syariat yang sahih.
Sifat sabar menjadi perisai utama ketika lisan manusia mulai mencela dan menjauhi prinsip keimanan yang kita pegang. Allah SWT menjanjikan martabat yang tinggi serta pahala tanpa batas bagi mereka yang tabah menghadapi ujian sosial. Kesabaran ini bukan berarti menyerah, melainkan bentuk keteguhan hati dalam menanti pertolongan Allah yang pasti datang.
Rasulullah SAW dan para sahabat telah memberikan teladan nyata bagaimana mereka dikucilkan demi mempertahankan kalimat tauhid. Mereka tetap konsisten berdakwah dengan santun meskipun cacian dan boikot menjadi santapan harian dari kaum musyrikin. Sejarah membuktikan bahwa ketulusan di atas kebenaran akan selalu menang mengalahkan kebatilan yang tampak dominan.
Menghadapi penolakan manusia memerlukan kekuatan mental dan spiritual yang bersumber dari kedekatan kita kepada Sang Khalik. Fokuslah pada penilaian Allah semata karena Dialah satu-satunya Zat yang berhak memberikan ganjaran kebahagiaan yang abadi. Dukungan manusia bersifat fana dan cepat berubah, sedangkan kasih sayang Allah tetap selamanya bagi orang bertakwa.
Pada akhirnya, istikamah di atas kebenaran adalah investasi terbaik untuk meraih husnul khatimah di akhir hayat nanti. Janganlah merasa gentar hanya karena berjalan sendirian selama jalan yang ditempuh adalah jalan para nabi dan syuhada. Kebenaran akan tetap bersinar terang, menyinari hati-hati yang ikhlas meski seluruh dunia berusaha untuk memadamkannya.
TAGS : Sabar dalam kebenaran ujian dakwah rida Allah