KEISLAMAN

Menjaga Kesucian, Adab Buang Hajat

Yahya Sukamdani| Rabu, 08/04/2026
Panduan praktis menjaga kebersihan diri sesuai sunnah Nabi demi meraih kesempurnaan ibadah setiap hari. Ilustrasi foto adab ke toilet

Terasmuslim.com - Islam merupakan agama yang sangat detail dalam mengatur kesucian, termasuk dalam urusan membuang hajat di kamar mandi. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, sehingga setiap Muslim wajib memperhatikan adabnya dengan saksama. Hal ini bertujuan agar tubuh tetap bersih dari najis yang dapat menghalangi keabsahan ibadah salat kita.

Langkah pertama dimulai dengan membaca doa perlindungan sebelum memasuki kamar mandi serta mendahulukan kaki kiri secara sopan. Di dalam ruangan, seorang Muslim dilarang menghadap atau membelakangi kiblat sebagai bentuk penghormatan terhadap arah salat umat Islam. Larangan ini didasarkan pada hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim yang menekankan kemuliaan arah Kabah bagi setiap mukmin.

Saat menuntaskan hajat, kita sangat dianjurkan untuk menggunakan tangan kiri demi menjaga kehormatan tangan kanan yang digunakan untuk makan. Penggunaan air yang suci lagi menyucikan menjadi prioritas utama untuk membersihkan sisa kotoran hingga benar-benar hilang tanpa bekas. Jika air tidak tersedia, syariat membolehkan penggunaan tiga buah batu atau tisu sebagai sarana istijmar yang sah.

Etika selanjutnya adalah menjaga ketenangan dengan tidak berbicara, bernyanyi, atau membawa benda yang bertuliskan ayat Al-Qur`an ke dalam toilet. Hal ini merupakan bentuk tazim atau pengagungan terhadap syiar Allah agar tempat yang kotor tidak bercampur dengan kalimat suci. Kesunyian di dalam kamar mandi mencerminkan sikap rendah hati dan fokus pada tujuan membersihkan kotoran diri.

Setelah selesai, keluarlah dengan mendahulukan kaki kanan sembari melafalkan doa memohon ampunan atau ghufronaka kepada Allah SWT. Tindakan ini merupakan ungkapan syukur karena Allah telah memberikan kesehatan dengan mengeluarkan sisa metabolisme yang berbahaya dari tubuh. Kebiasaan kecil ini jika dilakukan dengan ikhlas akan bernilai pahala yang besar di sisi Sang Pencipta.

Terakhir, menjaga kebersihan fasilitas umum setelah digunakan juga merupakan bagian integral dari akhlak seorang Muslim yang baik. Jangan sampai kita meninggalkan jejak najis atau bau tidak sedap yang dapat mengganggu kenyamanan orang lain yang akan menggunakan. Dengan menerapkan adab ini, kita tidak hanya menjaga kesehatan fisik tetapi juga memelihara kesucian jiwa secara menyeluruh.

TAGS : Adab buang hajat etika kamar mandi Islam

Terkini