
Ilustrasi foto ibadah di bulan Ramadhan
Terasmuslim.com - Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Setiap Muslim berharap amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Namun, tidak ada seorang pun yang dapat memastikan secara mutlak apakah amal tersebut benar-benar diterima.
Dalam ajaran Islam, para sahabat justru lebih khawatir amalnya tidak diterima daripada merasa bangga telah beribadah. Mereka memahami firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa. Rasa takut ini melahirkan keikhlasan dan kesungguhan dalam beramal.
Salah satu tanda diterimanya Ramadhan adalah adanya perubahan ke arah kebaikan setelahnya. Jika seseorang menjadi lebih rajin shalat, menjaga lisan, dan menjauhi maksiat, itu pertanda baik. Para ulama menyebutkan bahwa balasan dari kebaikan adalah kebaikan berikutnya.
Sebaliknya, jika setelah Ramadhan seseorang kembali pada kebiasaan buruk, maka itu patut menjadi bahan introspeksi. Bukan berarti amalnya pasti ditolak, namun menjadi sinyal bahwa ibadah belum memberi dampak yang mendalam. Oleh karena itu, muhasabah menjadi sangat penting setelah Ramadhan berlalu.
Rasulullah SAW mengajarkan untuk senantiasa berdoa agar amal diterima. Di antara doa yang dianjurkan adalah, “Allahumma taqabbal minna,” yang berarti “Ya Allah, terimalah dari kami.” Doa ini menunjukkan bahwa penerimaan amal adalah hak prerogatif Allah SWT semata.
Selain itu, menjaga keistiqamahan setelah Ramadhan menjadi bukti kesungguhan iman. Puasa sunnah seperti Syawal, shalat malam, dan sedekah adalah bentuk kelanjutan dari latihan Ramadhan. Amal yang kontinu meski sedikit lebih dicintai Allah daripada yang banyak namun terputus.
Kesimpulannya, pertanyaan apakah Ramadhan kita diterima seharusnya dijawab dengan usaha berkelanjutan. Bukan dengan kepastian, tetapi dengan harapan, doa, dan perbaikan diri. Semoga Allah menerima seluruh amal kita dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa.
TAGS : tanda ramadhan diterima istiqomah setelah ramadhan