KEISLAMAN

Waspada Kerabat Non-Mahram Masuk Rumah

Yahya Sukamdani| Jum'at, 27/03/2026
Masuknya kerabat non-mahram bisa jadi celah fitnah jika tanpa batasan syariat yang jelas. Ilustrasi mahram dan non mahram

Terasmuslim.com - Islam adalah agama yang sangat menjaga kehormatan dan batasan antara laki-laki dan perempuan. Salah satu bentuk penjagaan itu adalah aturan tentang mahram dan non-mahram dalam interaksi sehari-hari. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya fitnah dan kerusakan moral di tengah masyarakat.

Rasulullah SAW telah memberikan peringatan keras terkait hal ini dalam sebuah hadits. Beliau bersabda, “Hati-hatilah kalian masuk menemui wanita,” lalu seorang sahabat bertanya tentang ipar, maka Nabi menjawab, “Ipar itu adalah maut.” Hadits ini menunjukkan betapa berbahayanya meremehkan interaksi dengan non-mahram, meskipun dari kalangan kerabat.

Kerabat non-mahram seringkali dianggap aman karena hubungan keluarga. Padahal dalam syariat, mereka tetap memiliki batasan yang sama seperti orang lain yang bukan mahram. Justru karena kedekatan itulah, potensi kelalaian dan fitnah bisa lebih besar jika tidak dijaga.

Al-Qur’an juga memerintahkan kaum beriman untuk menjaga pandangan dan kehormatan. Perintah ini berlaku umum, termasuk dalam lingkungan keluarga besar. Menutup pintu-pintu yang mengarah kepada dosa adalah bagian dari menjaga kesucian diri.

Oleh karena itu, penting untuk menerapkan adab yang benar ketika menerima tamu non-mahram. Di antaranya adalah menjaga aurat, tidak berduaan (khalwat), dan tetap dalam batas interaksi yang diperlukan. Sikap ini bukan bentuk kecurigaan, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Kesimpulannya, kewaspadaan terhadap kerabat non-mahram adalah bagian dari menjaga kehormatan diri dan keluarga. Islam tidak melarang silaturahmi, namun mengaturnya agar tetap dalam koridor syariat. Dengan demikian, kehidupan keluarga akan lebih terjaga dari fitnah dan mendapatkan keberkahan.

TAGS : hadits ipar menjaga kehormatan keluarga non mahram

Terkini