KEISLAMAN

Tetap Bisa Meraih Lailatul Qadar, Amalan Wanita Haid dan Nifas di Malam Kemuliaan

Yahya Sukamdani| Sabtu, 14/03/2026
Wanita haid dan nifas tetap berpeluang meraih pahala Lailatul Qadar melalui berbagai amalan. Ilustrasi Ibadah yang dilarang bagi wanita haid (Foto: Pexels/Antoni Shkraba)

Terasmuslim.com - Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia di bulan Ramadhan, bahkan nilainya lebih baik dari seribu bulan. Banyak umat Islam berlomba-lomba menghidupkan malam tersebut dengan shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan berbagai ibadah lainnya. Namun bagi wanita yang sedang mengalami haid atau nifas, muncul pertanyaan apakah mereka tetap bisa meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.

Dalam syariat Islam, wanita yang sedang haid atau nifas memang tidak diperbolehkan melaksanakan beberapa ibadah tertentu seperti shalat dan puasa. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa wanita haid tidak melaksanakan shalat hingga suci kembali. Namun larangan tersebut tidak berarti mereka terhalang untuk mendapatkan pahala dan keberkahan Lailatul Qadar.

Ada banyak amalan yang tetap dapat dilakukan oleh wanita haid dan nifas untuk meraih keutamaan malam tersebut. Salah satunya adalah memperbanyak dzikir, tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar. Mengingat Allah adalah ibadah yang tidak dibatasi oleh kondisi suci atau tidak suci. Dengan hati yang khusyuk, dzikir dapat menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah pada malam-malam penuh kemuliaan.

Selain itu, wanita haid juga dianjurkan untuk memperbanyak doa, terutama doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah ketika mencari Lailatul Qadar, yaitu: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” yang artinya, “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Doa ini menjadi salah satu amalan utama yang dapat dilakukan siapa saja untuk meraih rahmat Allah pada malam tersebut.

Baca juga :

Mendengarkan bacaan Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, bersedekah, membantu orang lain, serta memperbanyak shalawat kepada Nabi SAW juga termasuk amalan yang dapat dilakukan. Sebagian ulama juga membolehkan membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf, seperti melalui hafalan atau menggunakan media digital, sehingga wanita haid tetap bisa mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

Dengan demikian, kondisi haid atau nifas bukanlah penghalang untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar. Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui kondisi hamba-Nya. Selama seorang wanita tetap berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan hati yang ikhlas, memperbanyak doa dan dzikir, maka ia tetap memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan rahmat dan pahala dari malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.

TAGS : ibadah wanita haid Lailatul Qadar amalan wanita

Terkini