
Ilustrasi foto ruh diangkat dari kubur
Terasmuslim.com - Setiap datang bulan Ramadhan, beredar anggapan di tengah masyarakat bahwa azab kubur “diliburkan” sementara. Keyakinan ini sering dikaitkan dengan hadits tentang dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka. Namun, benarkah ada dalil shahih yang menyebutkan bahwa siksa kubur berhenti selama Ramadhan?
Memang benar, dalam hadits sahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa ketika Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Hadits ini menunjukkan kemuliaan bulan Ramadhan serta besarnya rahmat Allah bagi orang-orang yang hidup dan memanfaatkan bulan tersebut untuk beribadah. Namun, tidak ada redaksi hadits yang secara tegas menyatakan bahwa azab kubur dihentikan.
Al-Qur’an sendiri menjelaskan tentang adanya azab kubur dalam isyarat Surah Ghafir ayat 46, yang menyebutkan bahwa kaum Fir’aun diperlihatkan kepada neraka pagi dan petang sebelum hari kiamat. Para ulama tafsir memahami ayat ini sebagai dalil adanya siksa alam kubur. Azab kubur merupakan bagian dari kehidupan barzakh yang berlangsung sesuai ketetapan Allah, tidak bergantung pada pergantian bulan di dunia.
Sebagian ulama menyebutkan adanya riwayat lemah (dhaif) yang menyatakan bahwa azab kubur diringankan pada bulan Ramadhan bagi orang-orang beriman. Namun riwayat tersebut tidak mencapai derajat shahih yang bisa dijadikan sandaran hukum atau keyakinan pasti. Dalam masalah akidah, umat Islam dituntut berpegang pada dalil yang kuat, bukan pada kabar yang tidak jelas sumber dan kualitasnya.
Dengan demikian, tidak ada dalil shahih yang menyatakan bahwa azab kubur “libur” selama Ramadhan. Yang ada adalah besarnya peluang ampunan bagi orang yang masih hidup untuk memperbaiki diri agar terhindar dari azab kubur di kemudian hari. Rasulullah SAW sendiri mengajarkan doa berlindung dari azab kubur dalam berbagai kesempatan, tanpa pengecualian waktu tertentu.
Ramadhan adalah bulan rahmat bagi yang hidup, bukan jaminan otomatis bagi yang telah wafat. Maka, alih-alih sibuk membahas mitos azab kubur diliburkan, lebih bijak jika kita memanfaatkan Ramadhan untuk memperbanyak taubat, amal saleh, dan doa agar diselamatkan dari siksa kubur. Karena pada akhirnya, keselamatan di alam barzakh ditentukan oleh iman dan amal, bukan oleh datangnya satu bulan tertentu.
TAGS : hadist Ramadhan dalil azab kubur mitos Ramadhan