KEISLAMAN

Teladan Rasulullah, Tidak Pernah Mencela Makanan yang Disajikan

Yahya Sukamdani| Rabu, 04/03/2026
Akhlak mulia Nabi SAW saat menghadapi makanan yang tidak disukai. Ilustrasi mencela makanan

Terasmuslim.com - Salah satu akhlak agung Rasulullah SAW yang patut diteladani adalah sikap beliau terhadap makanan. Dalam kehidupan sehari-hari, Nabi tidak pernah mencela makanan yang disajikan kepadanya. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya; jika tidak, beliau meninggalkannya tanpa komentar buruk. Sikap ini bukan sekadar etika sosial, melainkan cerminan kemuliaan hati dan penghormatan terhadap nikmat Allah.

Dalam hadits sahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan, “Rasulullah tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya; jika tidak, beliau meninggalkannya.” Hadits ini menjadi dasar kuat bahwa mencela makanan bertentangan dengan adab yang diajarkan Nabi. Ia mengajarkan rasa syukur dan menjaga perasaan orang yang menyajikan.

Sikap ini sejalan dengan perintah Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 172 agar orang-orang beriman memakan rezeki yang baik dan bersyukur kepada-Nya. Mencela makanan sama saja dengan meremehkan nikmat yang Allah berikan. Padahal, tidak semua orang memiliki kemudahan untuk menikmati hidangan yang layak setiap hari.

Secara sosial, mencela makanan juga bisa melukai hati tuan rumah atau orang yang memasaknya. Rasulullah SAW adalah pribadi yang sangat menjaga perasaan orang lain. Beliau memahami bahwa makanan sering kali disiapkan dengan usaha dan ketulusan. Maka, memilih diam ketika tidak menyukai suatu hidangan adalah bentuk kelembutan dan kebijaksanaan.

Baca juga :

Lebih dari itu, akhlak ini menunjukkan sikap qana’ah dan tawadhu’. Nabi hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam urusan dunia. Beliau tidak menjadikan selera pribadi sebagai alasan untuk mengeluh atau merendahkan sesuatu. Dalam kehidupan modern yang serba pilihan, teladan ini menjadi pengingat agar kita tidak mudah mengkritik atau meremehkan apa yang ada di hadapan kita.

Meneladani Rasulullah dalam hal kecil seperti adab makan adalah bagian dari kesempurnaan iman. Mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar dalam membentuk pribadi yang bersyukur dan santun. Jika Nabi saja tidak pernah mencela makanan, maka sudah selayaknya umatnya belajar menjaga lisan, menghargai nikmat, dan memuliakan setiap rezeki yang Allah karuniakan.

TAGS : mencela makanan akhlak Rasulullah hadist tentang makanan

Terkini