KISAH

Sunan Gunung Jati, Ulama Negarawan Perintis Peradaban Islam di Tanah Sunda

Yahya Sukamdani| Minggu, 01/03/2026
Sunan Gunung Jati membangun dakwah dan pemerintahan Islam di Cirebon Ilustrasi foto Sunan Gunung Jati

Terasmuslim.com - Kisah Sunan Gunung Jati merupakan bab penting dalam sejarah Islam di wilayah Jawa Barat. Ia memiliki nama asli Syarif Hidayatullah, seorang ulama berdarah bangsawan yang diyakini memiliki nasab hingga Rasulullah SAW. Sejak muda, ia menimba ilmu agama hingga ke Timur Tengah sebelum kembali ke Nusantara untuk berdakwah. Semangatnya menuntut ilmu sejalan dengan sabda Nabi SAW, “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim).

Sebagai anggota Wali Songo, Sunan Gunung Jati memainkan peran strategis dalam menyebarkan Islam di Tatar Sunda. Ia tidak hanya berdakwah melalui majelis ilmu, tetapi juga melalui pendekatan sosial dan politik. Firman Allah dalam QS. Ali Imran: 104 tentang pentingnya menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran menjadi ruh perjuangannya. Dakwahnya terarah, sistematis, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Peran besarnya terlihat saat ia mendirikan dan memimpin Kesultanan Cirebon. Di bawah kepemimpinannya, Cirebon berkembang menjadi pusat penyebaran Islam di pesisir utara Jawa Barat. Ia memadukan dakwah dan tata kelola pemerintahan yang berlandaskan nilai-nilai syariat. Prinsip keadilan sebagaimana ditegaskan dalam QS. An-Nisa: 58 tentang amanah dan keadilan menjadi fondasi kepemimpinannya.

Sunan Gunung Jati juga dikenal aktif menjalin hubungan diplomatik dan memperluas pengaruh Islam hingga ke Banten. Bersama putranya, Sultan Hasanuddin, ia turut berperan dalam berdirinya Kesultanan Banten sebagai pusat dakwah baru di wilayah barat Pulau Jawa. Strategi ini menunjukkan visi jauh ke depan dalam membangun kekuatan umat melalui sinergi dakwah dan kekuasaan yang berakhlak.

Baca juga :

Dalam berdakwah, ia tetap mengedepankan pendekatan hikmah dan keteladanan akhlak. Ia merangkul masyarakat tanpa menghapus budaya secara frontal, melainkan mengislamkannya secara bertahap. Hal ini selaras dengan QS. An-Nahl: 125 tentang berdakwah dengan kebijaksanaan. Sikapnya mencerminkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, menghadirkan kedamaian sekaligus ketegasan dalam menjaga tauhid.

Warisan Sunan Gunung Jati terus hidup hingga kini. Makamnya di Gunung Sembung, Cirebon, menjadi saksi sejarah perjuangan dakwahnya dan ramai diziarahi umat Islam. Lebih dari sekadar tokoh agama, ia adalah ulama negarawan yang berhasil membangun fondasi peradaban Islam di Tanah Sunda. Kisahnya mengajarkan bahwa dakwah yang kuat berpadu dengan kepemimpinan adil akan melahirkan masyarakat beriman, berilmu, dan bermartabat.

TAGS : biografi Sunan Gunung Jati sejarah Islam

Terkini