
Ilustrasi - Jalaluddin Rumi (Foto: Silanews)
Jakarta, Terasmuslim.com - Nama Jalal ad-Din Muhammad Rumi tidak hanya dikenal di dunia Islam, tetapi juga di Barat sebagai salah satu penyair spiritual paling berpengaruh sepanjang sejarah.
Catatan biografi klasik Persia, termasuk karya murid-murid tarekat Mevlevi, menggambarkan kehidupannya sebagai perjalanan seorang ulama yang berubah total setelah mengalami pengalaman spiritual mendalam.
Rumi lahir pada 1207 M di Balkh, wilayah Persia (kini Afghanistan). Ayahnya, Bahauddin Walad, merupakan ulama dan khatib terkenal. Karena kondisi politik dan konflik saat itu, keluarganya melakukan perjalanan panjang melewati Asia Tengah hingga akhirnya menetap di Konya, wilayah Anatolia (Turki sekarang).
Sejak kecil Rumi mendapat pendidikan agama yang kuat. Ia mempelajari tafsir Al-Qur’an, hadis, fikih, dan ilmu bahasa Arab. Setelah ayahnya wafat, ia melanjutkan pendidikan kepada para ulama besar hingga kemudian menjadi guru agama dan mufti di Konya. Pada masa itu Rumi dikenal sebagai ulama fikih yang disegani masyarakat.
Kehidupan Rumi berubah ketika bertemu seorang darwis pengembara bernama Syamsuddin Tabrizi pada 1244 M. Berbagai sumber sejarah menyebut pertemuan ini menjadi titik balik dalam hidupnya.
Syams memperkenalkan pendekatan spiritual yang menekankan cinta kepada Tuhan, bukan sekadar pembahasan hukum formal. Sejak saat itu Rumi meninggalkan rutinitas perdebatan ilmiah dan lebih banyak melakukan perenungan, dzikir, dan pengajaran spiritual.
Perubahan ini mengejutkan murid-muridnya, bahkan sempat menimbulkan kecemburuan. Setelah Syams menghilang, Rumi mengalami kesedihan mendalam yang justru melahirkan karya-karya puisinya.
Dari pengalaman spiritual tersebut, Rumi menulis ribuan bait puisi. Karya terbesarnya adalah Masnavi, yang sering disebut sebagai “Al-Qur’an dalam bahasa Persia” karena kandungan hikmahnya.
Puisinya berbicara tentang:
1. cinta kepada Tuhan
2. perjalanan jiwa manusia
3. makna kehidupan
4. toleransi dan kasih sayang
Karya Rumi kemudian menyebar ke berbagai wilayah Islam hingga Eropa. Terjemahannya pada era modern membuat namanya dikenal luas di dunia Barat.
Para muridnya membentuk tarekat Mevlevi. Dari sinilah muncul tradisi whirling dervishes — tarian berputar yang melambangkan perjalanan spiritual manusia menuju Tuhan. Tradisi tersebut masih dipertahankan di Turki hingga sekarang.
Rumi wafat pada 1273 M di Konya. Prosesi pemakamannya dihadiri berbagai kalangan, termasuk Muslim, Kristen, dan Yahudi, menandakan luasnya pengaruhnya.
Ia dikenang bukan hanya sebagai penyair, tetapi guru spiritual yang mengajarkan bahwa inti agama adalah cinta dan kedekatan manusia dengan Sang Pencipta.
TAGS : Info Keislaman Tokoh Islam Dunia Jalaluddin Rumi Syair Cinta