KEISLAMAN

Kabar Keluarnya Ya`juj dan Ma`juj

Yahya Sukamdani| Rabu, 11/02/2026
Tanda keluarnya Ya`juj dan Ma`juj bukan sekadar kisah akhir zaman, melainkan peringatan agar manusia menjaga iman, memperbaiki amal, dan tidak terlena oleh dunia. Ilustrasi foto tanda kiamat

Terasmuslim.com - Kabar tentang keluarnya Ya’juj dan Ma’juj bukan sekadar kisah futuristik yang memancing rasa penasaran. Ia adalah bagian dari tanda besar kiamat yang telah dikabarkan Allah dan Rasul-Nya sebagai peringatan bagi manusia agar tidak lalai. Dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman, “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” (QS. Al-Anbiya: 96). Ayat ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut nyata dan akan terjadi sesuai ketetapan-Nya.

Kisah Ya’juj dan Ma’juj juga disebut dalam QS. Al-Kahfi ayat 94–99, ketika Dzulqarnain membangun dinding pembatas untuk menahan kerusakan mereka. Namun Allah menegaskan bahwa ketika janji-Nya datang, dinding itu akan hancur. Ini menjadi pelajaran bahwa sebesar apa pun benteng dunia, semuanya tunduk pada takdir Allah. Tidak ada kekuatan yang mampu menahan ketetapan-Nya ketika waktu telah tiba.

Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim menjelaskan bahwa keluarnya Ya’juj dan Ma’juj terjadi setelah turunnya Nabi Isa ‘alaihis salam. Mereka akan menyebar dan membawa kerusakan besar hingga kaum beriman berlindung dan berdoa kepada Allah. Dari sini tampak jelas bahwa penyelamat sejati bukanlah kekuatan fisik, melainkan pertolongan Allah bagi hamba-hamba yang beriman.

Karena itu, kabar keluarnya Ya’juj dan Ma’juj seharusnya tidak sekadar menjadi bahan diskusi sensasional, tetapi menjadi pengingat agar hati semakin dekat kepada Rabb-Nya. Allah berfirman, “Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari ketika seorang ayah tidak dapat menolong anaknya…” (QS. Luqman: 33). Tanda-tanda kiamat adalah alarm agar manusia segera memperbaiki diri sebelum datang hari yang tak lagi memberi kesempatan.

Baca juga :

Di tengah hiruk pikuk dunia, manusia mudah lalai oleh ambisi harta, jabatan, dan popularitas. Padahal Rasulullah SAW mengingatkan, “Bersegeralah kalian beramal sebelum datang fitnah seperti potongan malam yang gelap.” (HR. Muslim). Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj adalah bagian dari fitnah besar akhir zaman. Maka menjaga amal, memperbaiki shalat, memperbanyak taubat, dan memperkuat tauhid adalah bekal utama menghadapi masa-masa penuh ujian.

Akhirnya, pembicaraan tentang Ya’juj dan Ma’juj bukanlah untuk menakut-nakuti tanpa arah, tetapi untuk menghidupkan kesadaran akhirat. Dunia bukan tujuan, melainkan persinggahan. Siapa yang hatinya terikat kepada Allah, ia tidak akan goyah oleh berita apa pun tentang akhir zaman. Sebab yang terpenting bukan kapan tanda itu datang, melainkan dalam keadaan bagaimana kita menghadapinya: dalam iman atau kelalaian.

TAGS : tanda besar kiamat akhir zaman pengingat kiamat

Terkini