
Ilustrasi foto tawakal dan ikhtiar
Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, usaha dan doa bukanlah dua pilihan yang dipertentangkan, melainkan dua kewajiban yang saling melengkapi. Islam menolak sikap pasrah tanpa ikhtiar, sebagaimana menolak kesombongan usaha tanpa doa. Allah berfirman: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39). Ayat ini menegaskan pentingnya usaha sebagai bentuk tanggung jawab manusia dalam menjalani kehidupan.
Namun, usaha semata tidak cukup tanpa menggantungkan hasilnya kepada Allah. Doa adalah wujud pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sementara Allah Maha Kuasa atas segala hasil. Rasulullah SAW bersabda: “Doa adalah inti dari ibadah.” (HR. Tirmidzi). Dengan doa, seorang hamba menyandarkan harapan dan hasil usahanya kepada Allah, bukan pada kekuatan dirinya sendiri.
Rasulullah SAW memberikan teladan keseimbangan antara usaha dan doa melalui sabda beliau: “Ikatlah untamu dan bertawakallah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi). Hadits ini menegaskan bahwa tawakal bukan berarti meninggalkan usaha, melainkan melakukan ikhtiar secara maksimal lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan penuh keyakinan.
Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa doa tidak akan sia-sia, bahkan menjadi sebab pertolongan Allah datang. “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan bagimu.” (QS. Ghafir: 60). Doa yang menyertai usaha akan melahirkan ketenangan hati, karena seorang mukmin yakin bahwa apa pun hasilnya adalah yang terbaik menurut Allah.
Usaha yang disertai doa akan menjaga hati dari keputusasaan saat gagal dan dari kesombongan saat berhasil. Allah berfirman: “Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al-Hadid: 23). Ayat ini menunjukkan bahwa keseimbangan iman melahirkan keteguhan jiwa dalam setiap kondisi.
Dengan demikian, Islam mengajarkan bahwa usaha adalah bentuk ketaatan anggota badan, sedangkan doa adalah ketundukan hati kepada Allah. Ketika keduanya berjalan beriringan, seorang mukmin tidak hanya mengejar hasil dunia, tetapi juga meraih keberkahan dan keridaan Allah dalam setiap langkah hidupnya.