
Ilustrasi foto lubang kubur
Terasmuslim.com - Cantik atau tampan, kaya atau miskin, pejabat ataupun rakyat biasa semua manusia memiliki akhir yang sama. Allah SWT mengingatkan asal dan akhir penciptaan manusia: “Dari tanah Kami menciptakan kamu, kepadanya Kami akan mengembalikan kamu, dan darinya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain” (QS. Thaha: 55). Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan dunia hanyalah sementara, sementara akhir jasad manusia kembali menjadi tanah tanpa membawa apa pun.
Apa yang sering dibanggakan manusia di dunia harta, jabatan, popularitas, dan rupa akan sirna seketika saat kematian datang. Allah SWT berfirman: “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling bermegah-megahan dan berlomba dalam harta dan anak” (QS. Al-Hadid: 20). Dunia bukan tempat membanggakan diri, melainkan ladang ujian untuk menentukan nasib akhirat.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa manusia akan datang menghadap Allah tanpa membawa kebanggaan duniawi. Beliau bersabda: “Anak Adam berkata: hartaku, hartaku. Padahal yang menjadi miliknya hanyalah yang ia makan lalu habis, yang ia pakai lalu usang, dan yang ia sedekahkan lalu kekal” (HR. Muslim). Hadits ini meluruskan ukuran keberhasilan hidup, bahwa yang bernilai hanyalah amal yang dilakukan karena Allah.
Di tengah kefanaan dunia, Allah SWT tidak menutup pintu harapan. Sebaliknya, Dia membuka pintu taubat seluas-luasnya. Allah berfirman: “Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah” (QS. Az-Zumar: 53). Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, kesempatan kembali kepada Allah masih terbuka.
Allah bahkan mencintai hamba-Nya yang kembali dengan penuh penyesalan dan ketaatan. Rasulullah SAW bersabda: “Allah lebih gembira dengan taubat seorang hamba-Nya daripada kegembiraan seseorang yang mendapatkan kembali untanya yang hilang di padang pasir” (HR. Muslim). Maka, sebelum jasad benar-benar kembali menjadi tanah, tidak ada kebanggaan yang lebih pantas selain menjadi hamba yang taat dan berharap rahmat Allah.
TAGS : kefanaan dunia taubat dan rahmat Allah