KISAH

Kisah Nabi Musa Menampar Malaikat Maut

Yahya Sukamdani| Kamis, 29/01/2026
Kisah Nabi Musa menampar Malaikat Maut adalah hadis shahih yang sering disalahpahami. Ulama menegaskan, peristiwa ini justru menunjukkan kemuliaan Nabi Musa dan kesempurnaan iman kepada takdir. Ilustrasi foto nabi

Terasmuslim.com - Kisah Nabi Musa AS menampar Malaikat Maut berasal dari hadis shahih, bukan dari Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda:
“Malaikat maut datang kepada Nabi Musa, lalu Nabi Musa menamparnya hingga matanya terlepas. Malaikat maut kembali kepada Allah dan berkata: ‘Engkau mengutusku kepada hamba-Mu yang tidak ingin mati.’ Lalu Allah mengembalikan matanya dan memerintahkannya kembali…”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini wajib diimani, namun juga wajib dipahami dengan benar, agar tidak menimbulkan keraguan terhadap kemuliaan para nabi dan malaikat. Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Musa tidak mengetahui bahwa yang datang kepadanya adalah Malaikat Maut. Saat itu malaikat datang dalam rupa manusia, sebagaimana malaikat sering datang dalam bentuk manusia (contohnya Jibril datang kepada Nabi SAW).

Dalam Islam, seorang nabi boleh membela diri jika merasa terancam. Nabi Musa dikenal memiliki fisik yang kuat dan karakter tegas. Ketika seorang asing masuk ke rumahnya tanpa izin dan hendak mencabut nyawanya, beliau secara naluriah membela diri. Ini bukan bentuk penolakan terhadap takdir, melainkan reaksi manusiawi sebelum mengetahui hakikat yang sebenarnya.

Setelah Malaikat Maut kembali kepada Allah, Allah tidak mencela Nabi Musa. Justru Allah memberi Nabi Musa pilihan: hidup lebih lama atau wafat. Ini menunjukkan kemuliaan Nabi Musa di sisi Allah, bukan sebaliknya. Nabi Musa akhirnya memilih wafat ketika mengetahui waktunya telah tiba, menandakan kerelaan penuh terhadap takdir Allah.

Para ulama Ahlus Sunnah menegaskan bahwa kisah ini tidak merendahkan malaikat, karena apa yang terjadi atas izin Allah. Malaikat bisa mengalami hal tersebut dalam bentuk manusia, sementara dalam hakikatnya mereka tetap makhluk mulia yang taat. Allah berfirman:
“Malaikat-malaikat itu tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan.”
(QS. At-Tahrim: 6).

Kisah ini mengajarkan bahwa iman kepada takdir tidak meniadakan usaha dan reaksi manusiawi, serta bahwa para nabi tetap manusia yang memiliki naluri, namun selalu kembali kepada ketaatan dan keridhaan kepada Allah. Islam tidak mengajarkan kepasrahan pasif, melainkan kepasrahan yang sadar setelah kebenaran jelas.

TAGS : Nabi Musa dan malaikat malaikat menjelma manusia

Terkini