
Ilustrasi dunia menurut Al quran
Terasmuslim.com - Dalam Islam, dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk meraih keselamatan di akhirat. Allah ﷻ menegaskan hakikat dunia dalam firman-Nya: “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Al-Hadid: 20). Ayat ini bukan berarti mencela dunia secara mutlak, tetapi mengingatkan agar manusia tidak tertipu dan menjadikannya tujuan utama, melainkan alat menuju ridha Allah.
Rasulullah ﷺ mengajarkan sikap seimbang dalam memanfaatkan dunia. Beliau bersabda: “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.” (HR. Bukhari). Hadits ini menegaskan bahwa seorang mukmin hidup di dunia dengan kesadaran sementara, memanfaatkan setiap kesempatan untuk beramal shalih sebagai bekal pulang menuju akhirat.
Al-Qur’an juga memerintahkan agar dunia digunakan untuk mencari kebahagiaan akhirat tanpa melupakan kewajiban duniawi. Allah ﷻ berfirman: “Dan carilah pada apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77). Ayat ini menjadi pedoman utama bahwa Islam tidak mengajarkan zuhud yang salah, melainkan keseimbangan: dunia di tangan, akhirat di hati.
Oleh karena itu, orang beriman menjadikan harta, jabatan, ilmu, dan waktu sebagai sarana taat kepada Allah, bukan alat untuk melalaikan diri dari-Nya. Dunia adalah ladang amal, sedangkan akhirat adalah tempat panen hasilnya. Siapa yang memanfaatkan dunia untuk ketaatan, ia akan menuai kebahagiaan abadi. Namun siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan, ia akan kehilangan keduanya: dunia yang fana dan akhirat yang kekal.