
Ilustrasi Peristiwa Penting dan Bersejarah di Bulan Syaban (Foto: Pexels/Soly Moses)
Terasmuslim.com - Bulan Sya’ban disebut oleh para ulama sebagai gerbang menuju Ramadhan karena posisinya yang langsung mendahului bulan suci. Rasulullah ﷺ memberikan perhatian besar pada bulan ini, sebagaimana hadits dari Aisyah رضي الله عنها: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa dalam satu bulan lebih banyak daripada di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa Sya’ban adalah bulan latihan ibadah sebelum memasuki Ramadhan.
Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ menjelaskan keistimewaan Sya’ban sebagai waktu diangkatnya amal-amal kepada Allah ﷻ. Beliau bersabda: “Itulah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan itu diangkat amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin ketika amalku diangkat aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i, hasan). Ini menjadi dalil kuat bahwa Sya’ban adalah momentum memperbaiki kualitas amal sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
Al-Qur’an mengajarkan prinsip persiapan dan kesinambungan amal. Allah ﷻ berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18). Ayat ini menjadi landasan bahwa seorang Muslim hendaknya mempersiapkan diri sebelum datang waktu utama, dan Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan.
Karena itu, para ulama menganjurkan memperbanyak amal shalih di bulan Sya’ban, seperti puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, memperbaiki shalat, dan memperbanyak taubat. Sya’ban ibarat pintu gerbang: siapa yang masuk dengan persiapan iman, maka ia akan melangkah ke Ramadhan dengan hati yang siap dan jiwa yang hidup. Namun siapa yang lalai di Sya’ban, dikhawatirkan akan berat menjalani ibadah di bulan Ramadhan.