Terasmuslim.com - Al-Qur’an menggambarkan penyesalan penduduk neraka sebagai penyesalan yang paling pahit, karena datang ketika semua kesempatan telah berakhir. Mereka menyesali kelalaian saat hidup di dunia, ketika peringatan Allah dan Rasul-Nya diabaikan. Allah ﷻ berfirman: “Dan mereka berkata, ‘Sekiranya dahulu kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala’” (QS. Al-Mulk: 10). Ayat ini menunjukkan bahwa sebab utama penyesalan adalah sikap berpaling dari kebenaran.
Penyesalan penduduk neraka juga tergambar ketika mereka memohon agar dikembalikan ke dunia untuk beramal shalih. Namun permohonan itu ditolak, karena waktu ujian telah selesai. Allah ﷻ berfirman: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (neraka), niscaya kami akan mengerjakan amal yang shalih berbeda dengan yang telah kami kerjakan.” Tetapi Allah menjawab, “Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu sehingga cukup bagimu untuk berpikir, dan telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan?” (QS. Fathir: 37). Penyesalan tersebut tidak lagi bermanfaat karena datang terlambat.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan tentang penyesalan yang akan dialami manusia di akhirat, khususnya mereka yang menyia-nyiakan kehidupan dunia. Beliau bersabda: “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan…” (HR. Tirmidzi). Hadist ini menegaskan bahwa setiap waktu di dunia akan dimintai pertanggungjawaban, dan kelalaian akan berbuah penyesalan yang sangat berat di akhirat.
Oleh karena itu, kisah penyesalan penduduk neraka adalah peringatan keras bagi orang-orang beriman agar tidak menunda taubat dan amal shalih. Allah ﷻ berfirman: “Dan belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian… lalu ia berkata: ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematianku) sampai waktu yang dekat, sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?’” (QS. Al-Munafiqun: 10). Ayat ini menegaskan bahwa penyesalan sejati adalah ketika waktu telah habis, maka beruntunglah orang yang mengambil pelajaran sebelum datangnya hari penyesalan.
