
Ilustrasi foto bermain social media
Terasmuslim.com - Dalam Islam, setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban, termasuk teknologi dan ponsel yang berada di tangan manusia. Allah ﷻ berfirman dalam QS. At-Takatsur ayat 8: “Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang segala kenikmatan.” Ponsel bukan sekadar alat komunikasi, tetapi sarana yang bisa mengantarkan kepada ketaatan atau menyeret kepada kelalaian. Jika halaman-halamannya tidak pernah memuat seruan tauhid, nasihat kebaikan, dan dakwah menuju Allah, maka nikmat tersebut terancam menjadi sebab hisab yang berat.
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa nilai suatu perbuatan bergantung pada tujuan dan dampaknya. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda: “Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” Hadits ini menunjukkan bahwa ponsel yang digunakan untuk menyebarkan ilmu, nasihat, dan kebenaran akan menjadi ladang pahala yang terus mengalir. Sebaliknya, jika hanya dipenuhi kelalaian, hiburan sia-sia, atau bahkan kemungkaran, maka ia kehilangan nilai kebaikan di sisi Allah.
Al-Qur’an juga mengingatkan kewajiban menyuarakan kebenaran dan mencegah kemungkaran sesuai kemampuan. Allah ﷻ berfirman dalam QS. Ali ‘Imran ayat 110: “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” Di era digital, ponsel menjadi salah satu mimbar paling efektif. Diamnya kebenaran dan dominannya kebatilan di ruang digital sering kali terjadi karena kaum muslimin tidak memanfaatkan sarana ini untuk menegakkan nilai-nilai Islam.
Karena itu, ponsel sejatinya hanyalah alat; nilainya ditentukan oleh orientasi pemiliknya. Jika ia menjadi jembatan menuju zikir, ilmu, dakwah, dan amar ma’ruf nahi mungkar, maka ia bernilai ibadah. Namun jika ia tidak mengantarkan pada ketaatan, tidak meninggalkan pengaruh kebaikan, dan menjauhkan dari Allah, maka ia menjadi hampa makna. Allah ﷻ mengingatkan dalam QS. Al-‘Asr bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali yang beriman, beramal shalih, dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran termasuk dalam ruang digital.
TAGS : dakwah digital penggunaan ponsel tauhid di socmed