KEISLAMAN

Ekonomi Sulit Bukan Alasan Menyuruh Istri Bekerja

Yahya Sukamdani| Kamis, 15/01/2026
Saat ekonomi keluarga sulit, Islam tidak serta-merta menjadikan istri sebagai solusi pencari nafkah. Menurunkan standar hidup, memperkuat ikhtiar, dan memperbanyak tawakal menjadi jalan utama yang diajarkan syariat. ilustrasi foto istri bekerja

Terasmuslim.com - Dalam Islam, kewajiban menafkahi keluarga dibebankan kepada suami, bukan istri. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 34: “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka menafkahkan sebagian dari harta mereka.” Ayat ini menjadi dasar bahwa tanggung jawab ekonomi berada di pundak suami. Karena itu, ketika ekonomi sulit, solusi utama bukan langsung menyuruh istri bekerja, melainkan suami tetap berusaha maksimal sesuai kemampuannya.

Islam juga mengajarkan kesederhanaan dan kesiapan menurunkan standar hidup saat diuji kesempitan rezeki. Allah ﷻ berfirman dalam QS. Ath-Thalaq ayat 7: “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari apa yang Allah berikan kepadanya.” Ayat ini menunjukkan bahwa Islam realistis dan adil. Ketika rezeki sempit, yang dituntut bukan gaya hidup tinggi, tetapi pengelolaan hidup sesuai kemampuan sambil terus berikhtiar.

Di sisi lain, Rasulullah ﷺ menanamkan nilai qana’ah dan ketenangan hati dalam menghadapi kondisi ekonomi. Dalam hadits riwayat Muslim, beliau bersabda: “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati.” Istri yang qana’ah dan ridha dengan rezeki yang Allah berikan akan menjadi penopang besar bagi keteguhan suami. Doa istri, kesabaran, dan sikap menerima menjadi energi spiritual yang sering kali membuka pintu rezeki yang tak disangka-sangka.

Tawakal dan istiqamah dalam ketaatan juga menjadi kunci utama. Allah ﷻ berjanji dalam QS. Ath-Thalaq ayat 2–3: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” Karena itu, solusi ekonomi dalam Islam bukan sekadar strategi materi, tetapi juga penguatan iman: terus berusaha, memperbanyak doa, menjaga ketaatan, serta membangun rumah tangga dengan saling menguatkan antara suami dan istri.

TAGS : ekonomi sulit solusi ekonomi peran istri

Terkini