
Ilustrasi foto hilang keberkahan akherat dalam keluarga
Terasmuslim.com - Dalam Islam, rumah tangga dibangun bukan semata untuk kepentingan dunia, tetapi sebagai sarana menuju keselamatan akhirat. Ketika akhirat tidak lagi dipedulikan dalam keluarga ditandai dengan lalainya shalat, abainya pendidikan iman, dan dominannya orientasi materi maka hal tersebut termasuk bentuk kelalaian terhadap kewajiban agama. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6). Ayat ini menegaskan bahwa menjaga iman keluarga adalah kewajiban utama.
Mengabaikan urusan akhirat dalam rumah tangga hukumnya haram apabila menyebabkan ditinggalkannya kewajiban syariat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa suami sebagai pemimpin keluarga dan istri sebagai pendamping memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga agama di dalam rumah.
Islam tidak melarang mencari dunia, namun melarang menjadikan dunia sebagai tujuan utama hingga melalaikan akhirat. Allah SWT mengingatkan: “Ketahuilah, kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau…” (QS. Al-Hadid: 20). Rumah tangga yang hanya mengejar harta, jabatan, dan kesenangan tanpa memperhatikan iman berpotensi kehilangan keberkahan dan ketenangan.
Apabila sikap mengabaikan akhirat dibiarkan, maka dampaknya bukan hanya kerusakan akhlak, tetapi juga ancaman siksa di akhirat. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar keluarga saling mengingatkan dalam ketaatan dan kesabaran. Dengan menghidupkan shalat, ilmu agama, dan teladan yang baik di rumah, keluarga akan terjaga dari kelalaian dan mendapatkan rahmat Allah SWT di dunia dan akhirat.
TAGS : hukum Islam tentang keluarga akhirat diabaikan