
Ilustrasi mensyukuri nikmat Allah (Foto: radarbojonegoro)
Terasmuslim.com - Dalam Islam, rezeki bukan hanya diukur dari banyak atau sedikitnya harta, tetapi juga dari keberkahan dan kenikmatan yang dirasakan. Al-Qur’an menegaskan bahwa nikmat Allah dapat dicabut ketika manusia tidak menjaga hubungannya dengan Allah. Salah satu sebab utama dicabutnya kenikmatan rezeki adalah kufur nikmat, yaitu tidak mensyukuri karunia yang telah diberikan. Allah berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 7: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu kufur, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Ayat ini menunjukkan bahwa syukur adalah kunci lestarinya kenikmatan rezeki.
Sebab kedua adalah maksiat dan dosa yang dilakukan secara terus-menerus. Banyak orang memiliki rezeki melimpah namun tidak merasakan ketenangan dan keberkahan karena rezekinya tercampur dengan perbuatan maksiat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rezeki karena dosa yang ia lakukan.” (HR. Ahmad). Hadits ini menjelaskan bahwa dosa bukan hanya berdampak pada akhirat, tetapi juga dapat menghalangi kenikmatan rezeki di dunia.
Al-Qur’an juga memperingatkan bahwa kerusakan dan kesempitan hidup yang menimpa manusia sering kali merupakan akibat dari perbuatan mereka sendiri. Allah berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 41: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Ayat ini menegaskan bahwa dicabutnya keberkahan rezeki bisa menjadi bentuk peringatan agar manusia kembali kepada ketaatan.
Oleh karena itu, menjaga kenikmatan rezeki tidak cukup hanya dengan usaha lahiriah, tetapi harus disertai dengan iman, syukur, dan taubat. Mensyukuri nikmat dengan hati, lisan, dan perbuatan serta menjauhi maksiat adalah cara utama agar rezeki tetap terasa nikmat dan penuh keberkahan. Inilah pelajaran penting yang diajarkan Islam, agar kaum Muslimin tidak hanya mengejar rezeki, tetapi juga menjaga keberkahannya di sisi Allah.