
Ilustrasi foto pertanggungjawaban
Terasmuslim.com - Ungkapan “lakukanlah semaumu” bukanlah ajakan untuk bebas tanpa batas, melainkan peringatan keras dalam Al-Qur’an tentang konsekuensi perbuatan manusia. Allah berfirman, “Katakanlah: berbuatlah menurut kedudukanmu, sesungguhnya aku pun berbuat. Kelak kamu akan mengetahui.” (QS. Az-Zumar: 39). Ayat ini menegaskan bahwa manusia diberi pilihan dan kehendak bebas, tetapi setiap pilihan tersebut akan berujung pada balasan yang adil dari Allah SWT.
Al-Qur’an juga menegaskan bahwa sekecil apa pun perbuatan tidak akan luput dari perhitungan. “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 7–8). Ayat ini menanamkan kesadaran bahwa hidup bukanlah ruang tanpa pengawasan, melainkan ladang amal yang seluruhnya dicatat dan akan dihisab pada hari kiamat.
Rasulullah ﷺ mempertegas prinsip pertanggungjawaban ini dalam sabdanya, “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya bagaimana diamalkan, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tubuhnya untuk apa digunakan.” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa kebebasan hidup di dunia sejatinya adalah amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban secara detail di hadapan Allah.
Dengan demikian, Islam mengarahkan manusia agar menggunakan kebebasan hidup secara bertanggung jawab dan bernilai ibadah. Allah mengingatkan, “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra: 36). Kesadaran akan hisab inilah yang seharusnya menuntun manusia untuk berhati-hati dalam bersikap, memilih jalan ketaatan, dan menjadikan dunia sebagai bekal menuju keselamatan akhirat, bukan sekadar tempat memuaskan hawa nafsu.