KEISLAMAN

Waspada Syubhat, Cara Bijak Menyikapi Tokoh Agama yang Menyimpang dari Dalil

Yahya Sukamdani| Sabtu, 03/01/2026
Popularitas tidak selalu sejalan dengan kebenaran. Umat Islam dituntut cerdas dan berilmu dalam menyikapi tokoh agama yang menyebarkan syubhat agar akidah tetap lurus. Ilustrasi dai sedang berdakwah

Terasmuslim.com - Syubhat adalah perkara samar yang kerap dikemas dengan retorika indah dan disampaikan oleh figur yang dihormati. Islam mengajarkan agar umat tidak taklid buta kepada siapa pun selain Rasulullah ﷺ. Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al-Isra: 36). Ayat ini menegaskan kewajiban tabayyun dan berlandaskan ilmu, sekalipun yang berbicara adalah tokoh agama yang terkenal.

Sikap pertama yang benar adalah mengembalikan setiap perkataan kepada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa di antara kalian hidup setelahku, maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian berpegang pada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin.” (HR. Abu Dawud). Jika ucapan seorang ustadz bertentangan dengan dalil yang sahih, maka kebenaran tetap didahulukan, bukan figur.

Selanjutnya, Islam mengajarkan adab dalam menasihati. Kesalahan tokoh agama tidak boleh menjadi alasan untuk mencela atau membuka aibnya secara serampangan. Allah Ta’ala berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.” (QS. An-Nahl: 125). Menjelaskan kesalahan syubhat harus dengan ilmu, kelembutan, dan niat menjaga agama, bukan demi sensasi atau permusuhan.

Terakhir, jika syubhat tersebut nyata dan berbahaya bagi umat, para ulama menegaskan bolehnya memperingatkan masyarakat demi menjaga akidah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara syubhat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka sikap selamat adalah menjauhi syubhat, memperbanyak belajar kepada ulama yang lurus manhajnya, serta memohon perlindungan kepada Allah agar diteguhkan di atas kebenaran.

TAGS : menyikapi ustadz menyimpang dakwah sesuai sunnah

Terkini