
Ilustrasi halal haram dalam Islam
Terasmuslim.com - Islam dengan tegas meluruskan orientasi hidup manusia. Hidup ini bukan semata untuk mengumpulkan harta, sebab harta bersifat sementara dan pasti ditinggalkan. Al-Qur’an menegaskan tujuan penciptaan manusia, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Az-Zariyat: 56). Ayat ini menjadi landasan utama bahwa ibadah kepada Allah adalah tujuan hidup, sementara harta hanyalah sarana penunjang, bukan tujuan akhir.
Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa harta dan anak adalah perhiasan dunia yang tidak kekal. Allah berfirman, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal saleh yang kekal lebih baik di sisi Tuhanmu” (QS. Al-Kahfi: 46). Ketika seseorang menjadikan harta sebagai orientasi hidup, ia berisiko lalai dari ibadah dan akhirat. Sebaliknya, jika harta ditempatkan sebagai alat ibadah, maka harta justru menjadi jalan kebaikan.
Rasulullah ﷺ memperingatkan bahaya diperbudak oleh harta. Beliau bersabda, “Celakalah hamba dinar, hamba dirham” (HR. Bukhari). Hadis ini menegaskan bahwa menjadikan harta sebagai tujuan hidup akan menjerumuskan manusia pada keserakahan dan kehinaan. Namun Islam tidak melarang mencari harta, selama sumbernya halal dan niatnya benar, yakni untuk mencukupi kebutuhan, menjaga kehormatan diri, dan membantu sesama.
Islam mengajarkan agar harta dicari dengan cara halal dan dikeluarkan di jalan kebaikan. Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usaha kalian yang baik-baik” (QS. Al-Baqarah: 267). Dengan orientasi yang benar, harta tidak lagi menguasai hati, melainkan menjadi alat ibadah: untuk zakat, sedekah, wakaf, dan amal saleh lainnya. Inilah keseimbangan hidup yang diajarkan Islam mengejar akhirat tanpa meninggalkan dunia, dan menjadikan harta sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.
TAGS : orientasi hidup dalam Islam mencari harta halal