
Ilustrasi foto jaga fisik
Terasmuslim.com - Dalam pandangan Islam, dua kenikmatan dunia yang paling banyak dikejar manusia adalah kesehatan dan waktu luang. Keduanya sering dianggap biasa ketika dimiliki, namun sangat disesali saat telah hilang. Rasulullah ﷺ bersabda, “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari). Hadis ini menunjukkan bahwa manusia cenderung lalai memanfaatkan dua karunia besar tersebut untuk ketaatan kepada Allah.
Al-Qur’an mengingatkan bahwa kenikmatan dunia hanyalah sarana, bukan tujuan akhir. Allah berfirman, “Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan” (QS. At-Takatsur: 8). Kesehatan dan waktu luang termasuk nikmat yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban: digunakan untuk kebaikan atau justru dihabiskan dalam kelalaian dan maksiat. Karena itu, Islam mendorong agar setiap nikmat diarahkan pada amal saleh.
Kesehatan merupakan modal utama manusia untuk beribadah dan beramal. Tanpa fisik yang kuat, banyak kewajiban dan kebaikan sulit dilakukan secara maksimal. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa agar umatnya senantiasa memohon kesehatan, karena sehat adalah pintu bagi banyak ketaatan. Namun, ketika sehat justru digunakan untuk maksiat atau kesia-siaan, nikmat tersebut berubah menjadi sebab penyesalan di akhirat.
Sementara itu, waktu luang adalah peluang emas yang sering terbuang sia-sia. Al-Qur’an menegaskan pentingnya mengisi waktu dengan amal, “Demi waktu, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian” (QS. Al-‘Asr: 1–2). Islam mengajarkan agar waktu luang dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah, menuntut ilmu, dan berbuat kebaikan. Dengan demikian, dua kenikmatan dunia ini tidak sekadar dikejar, tetapi dikelola dengan iman agar menjadi bekal keselamatan di akhirat.
TAGS : dua kenikmatan dunia kesehatan dan waktu luang