
Ilustrasi foto muhasah diri akibat musibah
Terasmuslim.com - Islam sangat menekankan kepedulian dan tolong-menolong dalam kebaikan, terutama kepada korban bencana. Allah SWT berfirman, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah: 2). Ayat ini menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan harus murni atas dasar kemanusiaan dan tidak disertai tujuan merusak akidah atau keyakinan seseorang yang sedang berada dalam kondisi lemah.
Namun, dalam kondisi pasca bencana, sebagian korban berada pada fase rapuh secara mental dan spiritual. Situasi ini berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memengaruhi akidah dengan pendekatan bantuan atau pemulihan trauma yang disertai ajakan keyakinan lain. Allah SWT mengingatkan, “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) memalingkan kamu dari agamamu, jika mereka sanggup.” (QS. Al-Baqarah: 217). Ayat ini menjadi peringatan agar kaum muslimin tetap waspada dalam menjaga iman.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan pentingnya menjaga agama sebagai nikmat terbesar. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya tentang agama.” (HR. Bukhari dan Muslim). Pemahaman agama yang baik menjadi benteng utama agar kaum muslimin, termasuk para korban bencana, tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang menyimpang meski dibungkus dengan empati dan bantuan.
Oleh karena itu, peran umat Islam, lembaga zakat, dan organisasi kemanusiaan sangat penting untuk hadir secara cepat dan berkelanjutan di tengah korban bencana, termasuk di wilayah Sumatera yang terdampak banjir. Selain bantuan materi, penguatan iman, pendampingan mental Islami, dan doa bersama menjadi bentuk perlindungan akidah. Semoga Allah SWT menjaga saudara-saudara kita dari segala fitnah, menguatkan iman mereka, dan mengganti musibah dengan kebaikan yang berlipat.
TAGS : bantuan kemanusiaan dan akidah korban banjir