
Ilustrasi bersyukur
Terasmuslim.com - Syukur dalam Islam bukan sekadar mengucapkan alhamdulillah, tetapi mencakup pengakuan hati, pujian lisan, dan amal perbuatan. Allah Ta‘ala berfirman, “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu kufur, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7). Ayat ini menunjukkan bahwa syukur memiliki konsekuensi nyata, yaitu bertambahnya nikmat, dan salah satu bentuk syukur terbesar adalah menggunakan nikmat tersebut sesuai dengan kehendak Pemberinya.
Setiap fasilitas yang Allah berikan—seperti harta, kesehatan, waktu, dan kecerdasan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya bagaimana diamalkan, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tubuhnya untuk apa digunakan” (HR. Tirmidzi). Hadits ini menegaskan bahwa menggunakan fasilitas Allah untuk ketaatan merupakan wujud syukur yang akan menyelamatkan di akhirat.
Al-Qur’an juga mengingatkan agar nikmat dunia tidak melalaikan dari tujuan utama hidup. Allah berfirman, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia” (QS. Al-Qashash: 77). Ayat ini menuntun kaum muslimin agar harta, jabatan, dan segala kemudahan hidup dijadikan sarana mendekatkan diri kepada Allah, seperti membantu sesama, menegakkan kebaikan, dan memperbanyak ibadah.
Dengan demikian, bagian terpenting dari syukur adalah ketaatan. Nikmat mata disyukuri dengan menjaganya dari yang haram, nikmat lisan dengan dzikir dan kebenaran, nikmat harta dengan infak dan sedekah, serta nikmat waktu dengan amal saleh. Allah Ta‘ala berfirman, “Beramallah, wahai keluarga Dawud, sebagai tanda syukur” (QS. Saba’: 13). Ayat ini menegaskan bahwa syukur sejati tercermin dalam amal nyata, yakni menjadikan seluruh fasilitas dari Allah sebagai jalan untuk meraih ridha-Nya.
TAGS : bentuk syukur menurut Al-Qur’an hakikat syukur