
Ilustrasi makanan dan minuman (foto:melansir)
Terasmuslim.com - Pola makan dan minum Rasulullah ﷺ berlandaskan kesederhanaan dan ketakwaan. Beliau tidak menjadikan makan sebagai tujuan hidup, tetapi sebagai sarana menguatkan ibadah. Allah ﷻ berfirman, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A’raf: 31). Ayat ini menjadi prinsip utama dalam kebiasaan makan Nabi ﷺ, yaitu secukupnya, tidak berlebihan, dan penuh kesadaran akan nikmat Allah.
Rasulullah ﷺ mengajarkan adab makan yang menjaga kesehatan jasmani dan ruhani. Beliau bersabda, “Tidak ada bejana yang diisi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang menegakkan tulang punggungnya” (HR. Tirmidzi). Jika harus makan lebih, Nabi ﷺ menganjurkan pembagian perut menjadi sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara. Pola ini menunjukkan keseimbangan yang sangat relevan dengan prinsip kesehatan modern.
Dalam hal minum, Rasulullah ﷺ mencontohkan sikap tenang dan beradab. Beliau minum dengan duduk, tidak sekaligus, dan bernafas di luar bejana. Dalam hadist disebutkan, “Rasulullah ﷺ biasa minum dengan tiga kali nafas” (HR. Muslim). Cara ini tidak hanya mencerminkan adab, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh agar minuman tidak masuk secara tergesa-gesa dan membahayakan kesehatan.
Selain adab, Rasulullah ﷺ juga memilih makanan dan minuman yang halal serta thayyib. Beliau menyukai makanan sederhana seperti kurma, roti gandum, madu, dan air. Allah ﷻ berfirman, “Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik” (QS. Al-Baqarah: 168). Dengan mengikuti pola makan dan minum Rasulullah ﷺ, seorang Muslim tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga meneladani akhlak Nabi ﷺ dan menjadikan aktivitas sehari-hari bernilai ibadah.
TAGS : pola makan Rasulullah sunnah makan sehat