
Ilustrasi foto angka 13
Terasmuslim.com - Anggapan bahwa angka 13 membawa sial merupakan keyakinan yang banyak berkembang di masyarakat, namun Islam dengan tegas menolaknya. Dalam ajaran Islam, tidak ada angka, hari, atau benda tertentu yang secara zat membawa kesialan. Keyakinan semacam ini termasuk thiyarah (anggapan sial), yang dilarang karena dapat merusak tauhid. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak ada thiyarah (anggapan sial)” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menegaskan bahwa mengaitkan kesialan dengan angka tertentu bukan bagian dari ajaran Islam.
Al-Qur’an mengajarkan bahwa segala kejadian baik dan buruk terjadi atas izin Allah, bukan karena angka atau pertanda tertentu. Allah berfirman, “Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia” (QS. Yunus: 107). Ayat ini menanamkan keyakinan bahwa nasib manusia sepenuhnya berada di tangan Allah, sehingga mempercayai angka 13 atau selainnya sebagai pembawa sial berarti menyandarkan sebab kepada sesuatu yang tidak ditetapkan oleh syariat.
Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda, “Ath-thiyarah itu syirik” (HR. Ahmad). Para ulama menjelaskan bahwa keyakinan terhadap kesialan angka atau tanda tertentu dapat menyeret kepada syirik kecil, karena hati bergantung kepada selain Allah. Bahkan jika keyakinan itu sampai diyakini dapat mendatangkan mudarat secara mandiri, maka bahayanya semakin besar terhadap kemurnian akidah seorang muslim.
Oleh karena itu, seorang muslim diperintahkan untuk membersihkan keyakinannya dari mitos dan prasangka buruk yang tidak berdasar. Islam mengajarkan tawakal, optimisme, dan husnuzan kepada Allah dalam setiap keadaan. Dengan memahami bahwa angka hanyalah bilangan tanpa pengaruh gaib, seorang muslim akan terbebas dari ketakutan semu dan menggantinya dengan keimanan yang lurus, sebagaimana tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ.
TAGS : angka 13 menurut Islam mitos angka sial