
Ilustrasi - Perselingkuhan (Foto: Istockphoto)
Jakarta, Terasmuslim.com - Kasus dugaan perselingkuhan antara Jule dan Yuka, yang merupakan suami dari sahabat dekatnya sendiri, kembali ramai dibahas di media sosial dan menuai kecaman publik.
Fenomena ini bukan hanya dipandang sebagai pelanggaran moral dan pengkhianatan kepercayaan, tetapi dalam perspektif Islam, perselingkuhan termasuk dosa besar yang memiliki konsekuensi berat baik di dunia maupun di akhirat
Dalam Islam, perselingkuhan merupakan bagian dari perbuatan zina atau mendekatinya. Islam tidak hanya melarang perbuatan zina secara nyata, tetapi juga seluruh jalan yang mengarah kepadanya, termasuk hubungan tersembunyi, komunikasi mesra, dan pengkhianatan terhadap ikatan pernikahan
Larangan ini bertujuan menjaga kehormatan individu, keutuhan keluarga, serta stabilitas sosial agar tidak rusak oleh hawa nafsu dan pengkhianatan
Allah SWT secara tegas melarang umat manusia untuk mendekati zina sebagaimana firman-Nya
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Artinya
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” QS Al-Isra ayat 32
Ayat ini menegaskan bahwa segala bentuk perselingkuhan yang membuka peluang terjadinya zina termasuk dalam larangan, meskipun belum sampai pada hubungan fisik
Hadis Nabi Tentang Bahaya Perselingkuhan
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa zina tidak hanya dilakukan dengan tubuh, tetapi juga dengan anggota badan lainnya
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ
Artinya
“Telah ditetapkan bagi anak Adam bagian dari zina yang pasti akan ia lakukan. Zina mata adalah memandang, zina telinga adalah mendengar, zina lisan adalah berbicara, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah melangkah, dan hati berkeinginan serta berangan-angan, sedangkan kemaluan yang membenarkan atau mendustakannya” (HR Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa perselingkuhan emosional dan komunikasi tersembunyi pun termasuk dalam bentuk dosa
Selain sebagai perbuatan zina, perselingkuhan juga tergolong sebagai pengkhianatan amanah. Dalam Islam, pernikahan adalah ikatan suci yang dilandasi janji di hadapan Allah SWT
Allah berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan juga janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” QS Al-Anfal ayat 27
Perselingkuhan merusak kepercayaan pasangan, melukai perasaan, serta menghancurkan fondasi keluarga yang dibangun atas dasar amanah dan tanggung jawab
Dalam ajaran Islam, dosa perselingkuhan berdampak luas, mulai dari rusaknya keharmonisan rumah tangga, trauma psikologis pada pasangan dan anak, hingga turunnya keberkahan hidup. Di sisi akhirat, perbuatan ini mengundang azab jika tidak disertai taubat yang sungguh-sungguh
Taubat sebagai Jalan Kembali
Islam tetap membuka pintu taubat bagi siapa pun yang terjerumus dalam dosa, termasuk perselingkuhan. Allah SWT berfirman
وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ
Artinya
“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan” QS Asy-Syura ayat 25
Taubat harus dilakukan dengan penyesalan mendalam, menghentikan perbuatan, bertekad tidak mengulanginya, serta memperbaiki hubungan yang telah dirusak
TAGS : Info Keislaman Selingkuh Jule dan Yuka kitab Al-Qur`an Hadis Nabi SAW