
Ilustrasi Nabi Muhammad
Terasmuslim.com - Peristiwa hijrah Rasulullah ﷺ ke Madinah menjadi bukti bahwa kemuliaan suatu negeri tidak diukur dari kemegahan fisik, tetapi dari keimanan penduduknya. Saat Nabi ﷺ tiba di Madinah, kaum Anshar menyambut beliau dengan penuh cinta dan kegembiraan, sebagaimana terekam dalam syair “Thala‘al badru ‘alaina”. Allah SWT mengabadikan sikap mereka dalam Al-Qur’an, “Dan orang-orang (Anshar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka, mencintai orang yang berhijrah kepada mereka” (QS. Al-Hasyr: 9). Ayat ini menegaskan bahwa sambutan Madinah lahir dari iman yang hidup di dalam hati.
Kaum Anshar tidak hanya menyambut Rasulullah ﷺ dengan ucapan, tetapi dengan pengorbanan nyata. Mereka rela berbagi rumah, harta, dan kehidupan dengan kaum Muhajirin tanpa mengharap balasan duniawi. Allah SWT melanjutkan dalam ayat yang sama, “Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada orang-orang Muhajirin, dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri sekalipun mereka memerlukan” (QS. Al-Hasyr: 9). Inilah potret iman sejati yang menjadikan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya di atas kepentingan pribadi.
Rasulullah ﷺ pun memuji keutamaan penduduk Madinah dan keikhlasan kaum Anshar. Beliau bersabda, “Tanda iman adalah mencintai kaum Anshar, dan tanda kemunafikan adalah membenci kaum Anshar” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa kecintaan mereka kepada Nabi ﷺ dan perjuangan Islam bukan sekadar sejarah, tetapi tolok ukur keimanan yang diakui langsung oleh Rasulullah ﷺ.
Madinah akhirnya menjadi kota yang dimuliakan Allah bukan karena bangunan megah atau kekuatan militer, melainkan karena iman dan ketundukan kepada wahyu. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, serta orang-orang yang memberi tempat kediaman dan pertolongan, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman” (QS. Al-Anfal: 74). Dari Madinah, Islam menyebar ke seluruh penjuru dunia, mengajarkan bahwa kejayaan hakiki dibangun dengan iman, cinta kepada Rasul, dan pengorbanan di jalan Allah.
TAGS : hijrah Nabi ke Madinah cinta kepada Rasul