
Ilustrasi ulama dan jamaah
Terasmuslim.com - Dalam Islam, seseorang yang layak diikuti bukan semata-mata karena gelarnya ustadz, kiai, wali, atau habib, melainkan karena kebenaran ilmu dan kesesuaiannya dengan Al-Qur’an serta Sunnah. Allah menegaskan: “Jika kamu berselisih pendapat dalam sesuatu, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul” (QS. An-Nisa: 59). Ayat ini menunjukkan bahwa tolok ukur kebenaran adalah dalil, bukan status sosial atau keturunan. Seorang Muslim wajib menjadikan wahyu sebagai standar utama dalam mengambil nasihat, fatwa, maupun bimbingan agama.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan bahwa ulama yang benar adalah mereka yang mewarisi ilmu para nabi, bukan sekadar gelar atau keturunan. Dalam hadis sahih disebutkan: “Para ulama adalah pewaris para nabi” (HR. Tirmidzi). Pewaris nabi adalah orang yang membawa ilmu, akhlak, dan ketakwaan, bukan yang hanya mengandalkan popularitas atau garis keturunan. Karena itu, seorang ustadz atau habib tetap harus dinilai berdasarkan keilmuan dan amanahnya, bukan karena nasabnya.
Dalam sejarah Islam, kedudukan seorang kiai, ustadz, atau habib hanyalah peran sosial yang lahir dari budaya setempat, bukan penentu tunggal kewajiban taat. Islam tidak pernah mewajibkan seorang Muslim mengikuti tokoh tertentu secara mutlak. Bahkan Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa ulama pun bisa salah: “Setiap anak Adam itu pasti salah, dan sebaik-baik yang bersalah adalah mereka yang bertobat” (HR. Tirmidzi). Maka mengikuti tokoh agama harus dengan sikap kritis berlandaskan dalil.
Kesimpulannya, Islam tidak mewajibkan pengikutan mutlak terhadap ustadz, kiai, wali, atau habib. Seorang Muslim diarahkan untuk mengikuti orang yang membawa ilmu yang shahih, memiliki amanah, akhlak, dan mengikuti sunnah. Jika ucapan seorang tokoh sesuai Al-Qur’an dan Hadis, maka diambil; jika tidak, maka ditinggalkan. Ini sesuai kaidah ulama: “Perkataan siapa pun dapat diterima atau ditolak, kecuali Rasulullah ﷺ.” Dengan demikian, pedoman seorang Muslim adalah ilmu, bukan gelar.
TAGS : peran ulama dalam Islam siapa yang diikuti