
Ilustrasi foto muslimah olahraga
Terasmuslim.com - Di era media sosial, banyak orang berolahraga hanya karena terbawa arus FOMO (Fear of Missing Out). Padahal, Islam mengajarkan bahwa setiap aktivitas bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Bayyinah: 5 bahwa ibadah yang benar adalah yang dilakukan dengan keikhlasan semata-mata karena Allah. Dengan demikian, olahraga yang diniatkan untuk menjaga kesehatan agar kuat beribadah bisa berubah menjadi amal saleh yang bernilai pahala.
Rasulullah SAW sendiri mencontohkan gaya hidup sehat. Beliau menganjurkan kekuatan fisik, sebagaimana dalam hadis riwayat Muslim: “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” Kekuatan yang dimaksud bukan sekadar otot atau stamina, tetapi kesiapan fisik untuk menjalankan ibadah seperti shalat, puasa, haji, hingga jihad melawan hawa nafsu. Maka, olahraga yang dilakukan demi menjadi mukmin yang lebih kuat justru merupakan bentuk ibadah jika dilandasi niat yang benar.
Namun dalam Islam, olahraga tetap memiliki batasan. Aurat harus dijaga, ikhtilat (campur baur) yang tidak perlu harus dihindari, dan tidak boleh menjadikan olahraga sebagai ajang pamer, mencari validasi, atau melupakan kewajiban ibadah. QS. Al-A’raf: 31 mengingatkan agar kita tidak berlebih-lebihan dalam aktivitas apa pun. Artinya, berolahraga secara trendi tidak dilarang, tetapi harus tetap dalam koridor syariat: sopan, sehat, dan tidak melalaikan perintah Allah.
Ketika olahraga dilakukan dengan niat memperkuat fisik untuk ibadah, menjaga amanah tubuh, dan menghindari gaya hidup berlebih-lebihan, maka aktivitas tersebut menjadi ladang pahala. Bukan sekadar sehat, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah. Dengan cara ini, olahraga tidak lagi menjadi FOMO yang sia-sia, melainkan bagian dari perjalanan spiritual menuju ridha-Nya.
TAGS : olahraga syar`i tren FOMO niat olahraga