
Ilustrasi rapat shaf shalat
Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, shalat merupakan amal ibadah yang memiliki kedudukan paling tinggi setelah akidah. Banyak dalil menegaskan bahwa shalat adalah amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa kualitas shalat menjadi tolok ukur utama diterimanya amal-amal lainnya.
Shalat adalah tiang agama, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
“Shalat adalah tiang agama. Barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama; barang siapa meninggalkannya, maka ia telah meruntuhkan agama.” (HR. Baihaqi). Ini menandakan bahwa shalat bukan hanya ritual, tetapi fondasi moral, akhlak, dan spiritual seorang muslim. Jika fondasinya lemah, maka seluruh amal lain pun menjadi kurang bernilai.
Al-Qur’an juga menegaskan pentingnya shalat sebagai pembatas antara hamba dan perbuatan keji. Allah berfirman:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45). Ayat ini memberi gambaran bahwa shalat yang benar akan memperbaiki seluruh sisi kehidupan seorang muslim. Karena itu, hisab shalat lebih dulu dilakukan, untuk menggambarkan apakah seseorang benar-benar membangun hubungan yang baik dengan Allah.
Jika shalat seseorang baik, maka Allah akan memudahkan hisab amalan-amalan lainnya. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika shalatnya baik, maka sungguh ia telah beruntung dan selamat. Jika shalatnya rusak, maka sungguh ia telah gagal dan merugi.” (HR. Tirmidzi). Dengan demikian, shalat bukan hanya amalan wajib, tetapi juga penentu keberhasilan seorang hamba dalam menghadapi hari pengadilan Allah.