
Ilustrasi makan (Foto: Baznas)
Terasmuslim.com - Islam tidak hanya mengatur ibadah besar, tetapi juga hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari termasuk cara makan. Rasulullah SAW memberikan contoh lengkap tentang adab makan yang membawa keberkahan, kesehatan, dan membentuk akhlak mulia. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31). Ayat ini menjadi dasar utama bahwa makan harus dilakukan dengan keseimbangan dan tidak mengikuti hawa nafsu.
Rasulullah SAW mengajarkan untuk memulai makan dengan membaca basmalah. Beliau bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah. Jika lupa, hendaklah ia mengucapkan: ‘Bismillāhi fī awwalihi wa ākhirihi.’” (HR. Abu Dawud). Menyebut nama Allah bukan hanya adab, tetapi juga perlindungan dari gangguan setan saat makan.
Sunnah berikutnya adalah makan dengan tangan kanan. Nabi SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan minum dengan tangan kanannya.” (HR. Muslim). Ini adalah adab yang menanamkan kerapian dan penghormatan terhadap makanan, sekaligus menjauhkan kebiasaan buruk. Selain itu, beliau mengingatkan agar makan yang paling dekat terlebih dahulu, sebagaimana sabda beliau, “Makanlah dari yang dekat denganmu.” (HR. Bukhari-Muslim).
Rasulullah SAW juga menekankan makan secukupnya. Beliau bersabda, “Tidak ada wadah yang lebih buruk diisi oleh manusia daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika harus makan lebih, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara.” (HR. Tirmidzi). Kaidah ini bukan hanya bermanfaat secara spiritual, tetapi sangat relevan dengan kesehatan modern.
Di antara adab lainnya adalah tidak mencela makanan. Nabi SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali (HR. Bukhari dan Muslim). Jika beliau menyukai makanan, beliau memakannya, dan jika tidak, beliau meninggalkannya tanpa komentar buruk. Ini mengajarkan rasa syukur dan menghormati rezeki Allah.
Setelah makan, disunnahkan memuji Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah ridha kepada hamba yang makan lalu memuji-Nya, dan minum lalu memuji-Nya.” (HR. Muslim). Dzikir setelah makan memperkuat rasa syukur dan mendatangkan keberkahan dalam rezeki.
Dengan mengikuti adab makan yang diajarkan Rasulullah SAW, seorang muslim tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menjadikan aktivitas makan sebagai ibadah yang bernilai. Adab-adab ini menjaga kesehatan, menumbuhkan rasa syukur, dan menanamkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
TAGS : adab makan sunnah makan Rasulullah etika makan