
Ilustrasi bersuci dari najis
Terasmuslim.com - Islam mengajarkan kebersihan sebagai bagian dari iman, termasuk dalam hal bersuci setelah buang air kecil. Banyak umat Islam meremehkan perkara ini, padahal Rasulullah ﷺ memperingatkan keras akibatnya. Dalam sebuah hadis sahih, beliau bersabda, “Hati-hatilah kalian dari air kencing, karena kebanyakan azab kubur disebabkan olehnya.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim). Hadis ini menunjukkan bahwa tidak menjaga kebersihan dari najis, terutama air kencing, bisa menjadi penyebab seseorang disiksa di alam kubur.
Rasulullah ﷺ juga pernah melewati dua kuburan dan bersabda, “Keduanya sedang disiksa, dan tidaklah mereka disiksa karena perkara besar menurut pandangan manusia. Salah satunya karena tidak bersuci dari kencing, dan yang lainnya karena suka mengadu domba.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dari hadis ini jelas bahwa Allah memandang perkara bersuci sebagai hal besar, meski manusia menganggapnya sepele. Ini menjadi peringatan agar umat Islam berhati-hati dalam menjaga kesucian diri.
Al-Qur’an pun menekankan pentingnya kebersihan dan kesucian. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222). Bersuci setelah buang air kecil adalah bagian dari penyucian diri yang dicintai Allah. Mengabaikannya berarti menentang perintah-Nya dan berpotensi menimbulkan najis yang membatalkan ibadah seperti shalat.
Karena itu, setiap Muslim hendaknya memperhatikan adab buang air kecil sesuai sunnah Rasulullah ﷺ: menutup aurat, tidak menghadap kiblat, dan memastikan tidak ada percikan najis yang mengenai pakaian atau tubuh. Menjaga kebersihan diri bukan hanya urusan fisik, tetapi juga tanda keimanan dan ketaatan kepada Allah. Orang yang bersungguh-sungguh menjaga kesucian akan mendapat kemuliaan di dunia dan keselamatan di akhirat.
TAGS : siksa kubur karena najis tata cara bersuci